Wisata Permakultur MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO - Sebanyak tiga desa di Kabupaten Wonosobo akan didesain menjadi pusat studi dan wisata permakultur kelas dunia. Mengawali upaya tersebut, sebanya 40 pelaku wisata dari 11 desa di Wonosobo dilibatkan dalam perencanaan dan pembuatan tim kerja. “Kita sedang mendorong Wonosobo sebagai pusat study dan wisata permakultur kelas dunia melalui penguatan dan memandirikan desa-desa. Serangkaian kegiatan melibatkan sejumlah orang dan tim kerja akan mendesain Desa Reco, Desa Igirmranak dan Desa Sawangan,” ungkap Kabid Destinasi Wisata Disparbud, Edi Susanto di sela pelatihan pengembangan ekowisata dan agrowisata untuk para pegiat pariwisata di Dusun Anggrunggondok Reco Kecamatan Kertek, kemarin. Menurutnya, sebagai sebuah kabupaten yang terletak di wilayah pegunungan, Wonosobo memiliki berbagai daya tarik keindahan yang bermanfaat untuk mengundang wisatawan berkunjung. Kekuatan ini ditambah pula dengan berbagai produk khas lokal seperti purwaceng dan olahan carica, yang sebenarnya merupakan hasil dari kearifan lokal di Wonosobo. “Untuk mengembangkan berbagai aspek agrowisata dan ekowisata di Wonosobo dibutuhkan kemampuan menyeimbangkan pemeliharaan lingkungan, pengembangan daya tarik wisata, pengembangan ekonomi pariwisata serta pemeliharaan kearifan lokal yang dilengkapi pengembangan kebudayaan yang sesuai dan relevan,” terangnya Melalui proses yang berimbang dan tertata, desa berpotensi untuk mengembangkan potensinya tanpa terlalu banyak memberikan beban pada lingkungan. Kesadaran ini sepatutnya dilengkapi dengan kemampuan komunitas untuk membangun pemetaan bersama ditingkat desa dan mengembangkan daya tarik wisata dilingkungannya. Selanjutnya, agrowisata perlu dikembangkan dalam perencanaan komunitas yang sesuai kekuatan dan daya tarik masing-masing lokasi dan bermanfaat memperkuat daya dukung lingkungan. “Pengetahuan ini perlu dilengkapi dengan kemampuan mengembangkan pelayanan yang sesuai tradisi komunitas. Sebagai produk wisata yang berorientasi kesejahteraan masyarakat dan pengembangan pariwisata secara mandiri perlu dilakukan,” katanya. Berkaitan dengan hal tersebut, biadang destinasi wisata menggela pelatihan untuk memberikan i pemahaman pengembangan ekowisata, dengan memperdalam pengetahuan dan praktek pemetaan, identifikasi daya tarik wisata, perencanaan tema pariwisata hingga pembuatan media promosi pariwisata. “Pelatihan ini diikuti 40 orang pelaku wisata dai 11 desa, di ampu langsung oleh narasumber dan fasilitator yang ekspert di bidangnya, pelatihan berlangsung selama tiga hari, ” tambah Edi. Dijelaskan, setelah pelatihan selesai dilaksanakan, akan dilakukan pemetaan potensi oleh tim terhadap 2 desa yang akan menjadi pilot pengembangan awal yaitu Desa Reco, dan Desa Igirmranak, mewakili tipe desa dengan karakter ketinggian geografis yang berbeda yang akan mempengaruhi vegetasi dan karakter lokasi yang berbeda. “Selanjutnya akan disusun dokumen rencana tindak lanjut pengembangan dari tiap-tiap desa pilot penanganan, dan akan dilakukan pendampingan dengan pembiayaan dari donor dan sumber pendanaan lainnya yang tidak mengikat,” pungkasnya. (gus)
Dorong Wonosobo Masuk Kelas Dunia
Selasa 19-02-2019,08:02 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 08-07-2026,12:27 WIB
Ahmad Luthfi Gandeng 4.620 Mahasiswa KKN Undip Garap Program Kecamatan Berdaya di Jateng
Rabu 08-07-2026,08:30 WIB
Warga Binaan Rutan Temanggung Dibekali Pelatihan Barista, Siap Bersaing di Dunia Kerja Usai Bebas
Rabu 08-07-2026,07:48 WIB
Merti Jaladri Pantai Jatimalang Purworejo, 80 Gunungan Tumpeng Meriahkan Sedekah Laut 2026
Rabu 08-07-2026,15:40 WIB
Dua Remaja Yatim Piatu Hilang di Gunung Bismo Wonosobo, 500 Personel SAR Terus Mencari
Rabu 08-07-2026,12:54 WIB
Tren Cuci Darah Incar Usia Muda, Poltekkes Semarang Latih Warga Magelang Cegah Sakit Ginjal
Terkini
Rabu 08-07-2026,23:13 WIB
Bayer Rilis Insektisida Ganda Camalus, Solusi Petani Pangkas Ongkos Produksi
Rabu 08-07-2026,16:49 WIB
Dobrak Sekat Birokrasi, Rumah Gubernur Jateng Disulap Jadi Sentral Urus KTP Lintas Domisili
Rabu 08-07-2026,16:38 WIB
Begini Cara Gubernur Jateng Bentengi Budaya LGBTQ, Buka Sarana Edukasi dan Konseling Daring
Rabu 08-07-2026,16:15 WIB
DPRD Kota Magelang Pindah Kantor ke Alun-alun Akhir 2026, Pembangunan Gedung Dimulai
Rabu 08-07-2026,15:40 WIB