Polisi Pastikan Bukan karena Pemilu MAGELANGEKSPRES.COM, KOTA MAGELANG - Dua massa yang diduga berasal dari dua organisasi massa (ormas) terlibat perkelahian di ruas Jalan Tidar, Magelang Tengah, Minggu (21/4) malam lalu. Keributan itu dipicu oleh salah satu anggota ormas yang tidak terima lantaran rekan mereka dianiaya hingga dirawat di RSUD Tidar, Kota Magelang. Berdasarkan pantuan di lapangan, begitu mendengar informasi, kepolisian dari Polres Magelang Kota langsung menerjunkan pasukan untuk mencegah kontak fisik. Namun, massa yang marah melakukan aksi saling lempar batu, kayu, dan botol. Mulanya, sekitar 30 massa dari salah satu ormas berjalan dari kampung Baben atau Tidar Baru, Magersari, menuju RSUD Tidar Kota Magelang, pukul 20.00 WIB. Mereka membawa senjata tajam dan balok kayu, hendak menjenguk rekannya yang dirawat di rumah sakit, akibat perkelahian dengan salah satu ormas lainnya, Minggu (21/4) dini hari. Di depan rumah sakit, massa berteriak, meminta kasus perkelahian yang menimpa rekan mereka diusut. Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi datang ke lokasi dan mencoba mengajak agar massa tenang. Akhirnya emosi massa berhasil dipadamkan. Namun, warga Kampung Paten, Rejowinangun Selatan yang diduga terusik dengan ulah ormas tersebut, tetap berkumpul dan berjaga di depan Bank Magelang. Di situ terjadi aksi saling lempar. Kedua pihak saling menyerang dengan melempar batu, kayu, dan botol bekas. Petugas dengan sigap membubarkan massa. Namun, tak sepenuhnya mulis karena beberapa petugas sempat membuat tembakan peringatan untuk memecah kerumunan. Selang beberapa menit, ratusan anggota Dalmas Polres Magelang Kota diturunkan. Mereka bahkan mengeluarkan gas air mata. Konsentrasi massa kedua pihak dipecah, hingga akhirnya dapat dibubarkan. Para anggota ormas itu kembali dengan berjalan kaki dikawal oleh ratusan petugas kepolisian, juga TNI. Sementara petugas lainnya masih berjaga di lokasi kejadian. Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi, melalui Kasubaghumas Polres Magelang Kota, AKP Nur Sajaah mengatakan, tawuran dapat diredam oleh personel gabungan antara polisi dan TNI. ”Kami telah lakukan tindakan tegas dan terukur, tawuran dapat dibubarkan,” kata Nur. Kuat dugaan tawuran ini dipicu masalah pribadi. Akibat perkelahian itu, satu orang luka dan dirawat di rumah sakit. Ditemui Senin (22/4), Kapolres Magelang Kota Idham Mahdi memastikan bahwa tawuran itu tidak ada kaitannya dengan pemilihan umum (Pemilu). Menurutnya, kejadian tawuran antar oknum masyarakat yang diwarnai aksi lempar batu adalah buntut dari tindak pidana penganiayaan. ”Mengenai korban yang luka-luka adalah akibat penganiayaan yang terjadi di awal (perkelahian pribadi) itu. Artinya, bukan akibat bentrok malam hari itu,” jelasnya. Saat kejadian, pihak kepolisian berupaya mencegah bentrokan antar kedua belah pihak dan masing-masing pihak akhirnya sudah kembali lagi ke rumahnya. ”Hari ini (kemarin) kita akan lakukan upaya-upaya preemtif pada kedua oknum masyarakat tersebut untuk bisa menciptakan suasana yang kondusif di wilayah hukum Polres Magelang Kota,” katanya. Idham menjelaskan kepolisian langsung mengantisipasi dengan melokalisir kemudian berkoordinasi dengan tokoh masyarakat. Hal ini diharapkan agar para oknum masyarakat yang terlibat bentrokan semua menyadari dan tidak melakukan perubatan serupa. ”Untuk menghindari pengerahan massa lagi, kami akan memperkuat lagi personel TNI dan Polri untuk bisa mengajak kepada semua tokoh masyarakat untuk saling menjaga kondusivitas wilayah ini,” tandasnya. Sementara untuk kasus tindak pidana penganiayaan tersebut saat ini sudah ditangani oleh pihak Polres Magelang Kota. Pihaknya sudah memeriksa tiga saksi atas kejadian tersebut. Namun salah satu oknum masyarakat belum dilakukan pemeriksaan lantaran masih terbaring di RSUD Tidar Kota Magelang. ”Yang satu ada di bagian lengan sobek. Dan yang satu ada luka di perut. Kedua duanya mengalami luka. Kita berikan kesempatan dulu kepada yang bersangkutan untuk diobati, nanti setelah itu baru akan kita lakukan tindakan-tindakan kepolisian,” pungkasnya. (wid)
Dua Ormas Bentrok
Selasa 23-04-2019,18:46 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 22-05-2026,21:25 WIB
Ribuan Lampion dan 570 Drone saat Perayaan Waisak 2026, Pesan Perdamaian Dunia Dibawakan dari Borobudur
Jumat 22-05-2026,17:34 WIB
Pemprov Jateng Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Aman Dikonsumsi
Jumat 22-05-2026,21:07 WIB
Jalan Kaki 666 Km ke Borobudur, Kaki Puluhan Bhikkhu Melepuh demi Pesan Damai Dunia
Jumat 22-05-2026,21:30 WIB
Dua Siswa SMP Mutual Kota Magelang Borong Medali Emas dan Perak Olimpiade Sains Nasional
Jumat 22-05-2026,18:29 WIB
Media Berkontribusi Dongkrak Indeks Demokrasi Jateng 2025, Taj Yasin Dorong Kolaborasi dengan Homeless Media
Terkini
Sabtu 23-05-2026,13:33 WIB
Gandeng Santri Gayeng Nusantara, Taj Yasin Perluas Layanan Dokter Spesialis ke Pelosok
Sabtu 23-05-2026,13:20 WIB
Kawasan Tanpa Iklan Rokok Dicanangkan Bersamaan Pembukaan FORKOT Kota Magelang 2026
Sabtu 23-05-2026,13:04 WIB
Ketahanan Keluarga Jadi Sorotan, PWKI Kota Magelang Bakal Turun Tangan Dampingi Kaum Rentan
Sabtu 23-05-2026,12:53 WIB
Jangan Merasa Kecil karena Keterbatasan, Puluhan Siswa di Kota Magelang Terima Bantuan Baznas
Sabtu 23-05-2026,12:42 WIB