MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan hingga akhir Januari 2020 penyerapan garam lokal oleh industri domestik 713 ribu ton atau 65 persen dari 1,1 juta ton hingga Juni 2020. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan, target pemerintah, industri, dan petambak garam sebanyak 1,1 juta ton untuk periode Juli 2019 hingga Juni 2020. \"Hingga akhir Januari 2020 sudah terserap 65 persen,\" kata Khayam, kemarin (29/2). Senada dengan Kemenperin, Ketua Umum Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Tony Tanduk mengatakan, jumlah serapan akan mencapai target pada bulan Juni mendatang. \"Kalau ada kekhawatiran garam petambak tidak terserap, kami sudah memiliki komitmen. Garam petani juga bisa dijual ke mana saja,\" kata Tony. Hanya saja, lanjut dia, persoalan garam lokal adalah kualitas kandungan natrilium klorida (NaCI) yang masih di bawah standar industri yakni di atas 95 persen. Namun pihaknya akan tetap menyerapnya. Untuk harga, disepakati masing-masing industri dengan mitra petambak sesuai dengan kualitas garam. Untuk garam lokal sesuai kualitasnya diharapkan sekitar Rp500-Rp700 per kilogram. Harga tersebut masih bisa naik jika kualitasnya sangat baik. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Aliansi Petani Garam Rakyat Indonesia (Sekjen A2PGRI) Faisal Badawi mengatakan, terkait alokasi kuota impor garam yang bakal bertambah dibandingkan 2019 membuat petani gafram resah di tengah jatuhnya harga garam dan stok yang berlimpah. \"Yang saya tahu alokasi impor di tahun 2020 ini naik 200 ribu ton dari alokasi impor 2019. Informasi yang beredar dari 2,75 juta ton di tahun 2019, menjadi 2,92 juta ton di tahun ini,\" kata dia. Lanjut dia, rencana alokasi impor 2,92 juta ton garam 2020 dikhawatirkan akan membuat harga garam petani yang rendah semakin menukik turun. \"Sekarang harga garam lokal hancur-hancuran. HPP (Harga Pokok Produksi) hitungan teman-teman sekitar Rp900-an per kg, sekarang harga jual ada yang Rp200 per kg, ada yang Rp300 per kg,\" tutur dia. Dia menyebutkanstok garam lokal tak hanya berasal dari produksi 2019 tapi juga produksi 2018. Kondisi ini dikhawatirkan makin membuat petani sulit untuk memproduksi garam. \"Kalau ditambah 2018 makin naik lagi. di angka 900 ribu ton (stok 2018),\" ujar dia. Sebagai informasi, pada Agustus 2019 lalu, sebanyak 11 perusahaan industri pengolah garam bersama 164 petambak garam meneken kesepakatan penyerapan 1,1 juta garam. penyerapan dilakukan dari lima provinsi sentra garam. Yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. (din/fin)
Garam Lokal Terserap 65 Persen
Senin 02-03-2020,04:44 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 05-10-2026,14:33 WIB
Pemkot Magelang Kebut Pembangunan RTH di Sidotopo, Dijadwalkan Rampung Desember 2026
Senin 05-10-2026,14:57 WIB
Sepi Pengunjung, Walikota Magelang Dorong Kolaborasi Ramaikan Shelter Ngesengan
Senin 05-10-2026,14:24 WIB
Siswa SMP Mutual Kota Magelang Borong 3 Medali di Kejurprov Piala Walikota Pekalongan
Senin 05-10-2026,13:58 WIB
Wujudkan Harapan Ristanto, Lazismu Kota Magelang Bantu Benah Rumah Warga
Senin 05-10-2026,15:30 WIB
Azka, Siswa SMP 5 Magelang Raih Berbagai Penghargaan Lomba Video Tingkat Nasional
Terkini
Senin 05-10-2026,19:44 WIB
Mobil Terbalik dalam Kecelakaan Beruntun di Jalur Lingkar Utara Wonosobo, Empat Orang Luka
Senin 05-10-2026,19:09 WIB
Musim Hujan Tiba, BBI Sawangan Magelang Kebut Pembenihan Ikan Beong
Senin 05-10-2026,19:00 WIB
Nikmati Cita Rasa Khas Bandung di Cuanki Kang Adi Magelang, Hadirkan Tiga Varian Kuah
Senin 05-10-2026,18:57 WIB
Bupati dan Walikota Magelang Kompak Beri Kejutan ke Kodim 0705 di Momen Perayaan HUT TNI
Senin 05-10-2026,18:47 WIB