MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO - Gelombang laut selatan berangsur-angsur stabil setelah beberapa bulan terakhir mengalami pasang yang cukup tinggi. Kondisi tersebut disambut gembira para nelayan di pesisir selatan Kabupaten Purworejo untuk kembali melaut. Eko Haryanto (40), warga RT 3 RW 1 Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi menjadi salah satu nelayan yang tak lagi menyandarkan perahunya mulai beberapa pekan terakhir. “Sekarang gelombang laut sudah stabil, bagus,” katanya, Minggu (1/11). Disebutkan, musim penghujan ditunggu-tunggu para nelayan karena gelombang cenderung tenang dan banyak ikan yang keluar ke permukaan. Berdasarkan pengalaman, musim tersebut akan berlangsung sekitar 4 bulan. “Kalau hujan ikan banyak keluar. November ini mulai banyak. Tapi biasanya musim yang paling bagus itu Bulan Desember sampai Januari,” sebutnya. Menurut Eko, isu akan terjadi Tsunami di perairan selatan Pulau Jawa memang kerap berhempus. Namun, hal itu tak membuat panik para nelayan, justru menjadi alarm untuk selalu waspada. Para nelayan sudah mulai berusaha mencari info-info dari sumber terpercaya, seperti BPBD atau BMKG “Dulu pernah ada isu akan ada tsunami 20 meter, memang sempat bikin panik. Tapi isu-isu yang muncul belakangan ini tidak berdampak,” ungkapnya. Baca Juga Wajib Pakai Masker, Waktu Pecoblosan Bakal Diatur Eko menuturkan, pola melaut pada musim penghujan dan kemarau berbeda. Jika musim penghujan, para nelayan akan berangkat pada pagi hari dan menepi siang harinya. Namun, jika musim kemarau, nelayan melaut mulai malam hingga pagi. “Satu perahu rata-rata ya dua sampai tiga orang,” tuturnya. Ada beberapa jenis ikan yang menjadi buruan utama nelayan. Antara lain udang lobster, bawal, Ikan Pari, dan layur. Lobster menjadi salah satu buruan yang tidak kenal musim alias selalu ada. Harganya pun paling tinggi. Lobster dengan berat 200 ons ke atas sekitar bisa dihargai hingga Rp400 ribu. Lalu untuk yang 1 kg mencapai Rp1 juta. “Ada yang beratnya bisa sampai 10-15 kg. Kalau yang besar itu mahal, tapi memang sulit untuk dapat itu,” ucapnya. Hasil tangkapan para nelayan dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jatimalang setiap harinya sekitar pukul 10 sampai 13.00 WIB. TPI sudah memiliki pengurus yang bertugas melakukan pelelangan. “Yang paling dicari pembeli itu ikan pari, bawal, lobster, dan layur. Ya mudah-mudahan musim ini kita bisa selalu berktivitas dengan maksimal karena beberapa bulan lalu kan kita memang sangat minim,” pungkasnya. (top)
Gelombang Stabil, Nelayan Kembali Melaut
Senin 02-11-2020,01:44 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 30-05-2026,13:08 WIB
Jadwal Festival Magelang Tempo Doeloe 2026 di Alun-alun, Usung Tema Sang Legenda
Sabtu 30-05-2026,12:48 WIB
Api Dharma Disemayamkan di Candi Mendut Jelang Puncak Perayaan Waisak
Sabtu 30-05-2026,12:42 WIB
Ribuan Warga Padati Kirab Budaya Nusantara BPF 2026 di Candi Borobudur Jelang Waisak
Sabtu 30-05-2026,14:36 WIB
DPR Kunjungi Kapel Blondo Magelang, Tegaskan Negara Hadir untuk Semua Agama
Sabtu 30-05-2026,14:51 WIB
Perkuat Literasi Kota Magelang, Pemkot Segera Dirikan Pojok Baca Tingkat RW
Terkini
Sabtu 30-05-2026,15:20 WIB
Gelar Ritual Merti Karuna Bumi, Umat Buddha Lepas Ribuan Ikan di Sungai Progo
Sabtu 30-05-2026,15:13 WIB
Salurkan PIP di Bener Purworejo, Anggota DPR Wibowo Prasetyo: Jangan untuk Kebutuhan Orang Tua
Sabtu 30-05-2026,15:04 WIB
10 Ribu Pelari Diprediksi Hujani Kota Magelang, Saat Event HK Gold 2026
Sabtu 30-05-2026,14:51 WIB
Perkuat Literasi Kota Magelang, Pemkot Segera Dirikan Pojok Baca Tingkat RW
Sabtu 30-05-2026,14:43 WIB