MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO - Revolusi Industri 4.0 yang terus membayangi dan akan menjadi realita dalam waktu yang tidak lama lagi menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak kuper agar tidak ketinggalan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Warning tersebut disampaikan Bupati Agus Bastian SE MM saat membuka uji kompetensi pejabat yang digelar oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Purworejo, Senin (2/12). Kegiatan yang digelar di Ruang Arahiwang Setda tersebut diikuti oleh 75 pejabat di lingkungan Pemkab Purworejo. \"Uji komptensi ini sebagai salah satu cara untuk mendapatkan peta kompetensi pegawai dalam rangka penelusuran kader potensial (Talent Pool) dan pengembangan karier pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo,\" katanya. Lebih lanjut dikatakannya, dalam rangka Menyongsong Birokrasi Berkelas Dunia dan menghadapi Revolusi Industri 4.0, Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan dapat mewujudkan SMART ASN dengan high-skilled yang mempunyai integritas, berjiwa nasionalisme dan mempunyai wawasan global. Baca Juga Dua Mantan PNS di Purworejo Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi Bansos Kemenpora \"Selain itu ASN juga diharapkan memiliki kemampuan melayani, membangun netwoking dan memiliki jiwa entrepreneurship, serta memiliki kemampuan dalam hal teknologi informasi dan bahasa asing,\" katanya. Bupati menambahkan, lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN telah membawa perubahan dalam kehidupan karir PNS, yang awalnya dianggap sebagai zona nyaman sekarang menjadi zona kompetitif. Sehingga setiap PNS harus terus meningkatkan kapasitas dan kualitas dirinya, agar dapat terus eksis di jalur birokrasi. “Sudah empat tahun ini Pemkab Purworejo menerapkan merit system, sehingga dalam menempatkan ASN dalam jabatan tertentu semunya berdasarkan assesment dan diuji kembali. Ini adalah tuntutan jaman,” ujarnya. Apalagi Presiden Jokowi sudah memerintahkan untuk menghapus jabatan eselon III dan IV di Kementerian, yang bukan tidak mungkin nantinya akan berlanjut ke Pemerintah Daerah. Secara otomatis dengan berkurangnya jabatan struktural, akan mempertajam kompetisi antar pegawai. “Ini semua dilakukan untuk menciptakan ASN yang lebih baik, yang mempunyai kemampuan yang tinggi,” imbuhnya. Baca Juga Berikan Motivasi, Walikota Magelang Minta Hindari Gesekan Sesama Driver Ojol Melalui talent pool diharapkan bisa mengurangi kelangkaan kader pemimpin sekaligus menghilangkan kasus promosi yang dipaksakan. Selain itu juga menjaga ketersediaan suksesor, mempersiapkan pemimpin yang baik serta menjaga peningkatan kinerja organisasi. “Semoga pemetaan ini dapat berjalan dengan baik, dan akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Karena kita akan menghadapi era Purworejo yang baru, kesempatan ini harus kita manfaatkan,” tandasnya. Kepala BKD Purworejo drg Nancy Megawati Hadisusilo MM menjelaskan, pejabat yang mengikuti uji kompetensi diikuti pejabat adminstrator dan pejabat pengawas. Terdiri dari pejabat Eselon III berjumlah 68 orang dan pejabat Eselon IV berjumlah 7 orang. Dalam uji komptensi ini, pihaknya bekerja sama dengan penguji dari PPKDK LPPM UNS yang dipimpin oleh Nugraha Arif Karyanta SPsi Mpsi. Ujian kompetensi akan berlangsung selama satu hari dengan sesi ujian terdiri dari psikometri, case analysis, integrity questionnaire, uji kompetensi bidang, dan leaderless group discussion. (luk)
Hadapi RI 4.0, ASN di Purworejo Dilarang Kuper
Selasa 03-12-2019,03:38 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 22-09-2026,17:06 WIB
Walikota Magelang Minta BUMD Agresif Cari Pendapatan Baru dan Gandeng UMKM
Selasa 22-09-2026,16:54 WIB
Revitalisasi Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, Optimistis Balik Modal 6 Tahun
Selasa 22-09-2026,16:45 WIB
Keluarga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Penyerangan Guru di Kajoran Magelang
Selasa 22-09-2026,17:16 WIB
Ratusan Porsi MBG di Magelang Sering Mubazir, Guru Justru Terbebani Urus Ompreng
Rabu 23-09-2026,10:01 WIB
Judol Marak di Magelang, Akademisi Untidar Soroti Aspek Pidana Pencabutan Bansos
Terkini
Rabu 23-09-2026,15:41 WIB
Prevalensi Capai 18 Persen, Wonosobo Duduki Peringkat Teratas Kasus Stunting di Jawa Tengah
Rabu 23-09-2026,15:32 WIB
Kawasan Kedu Dominasi Kasus Stunting Jateng, Ahmad Luthfi Instruksikan Tiru Demak dan Semarang
Rabu 23-09-2026,15:11 WIB
Pemprov Jateng Kejar Target Kemiskinan 8,7 Persen Lewat Program Bedah Rumah
Rabu 23-09-2026,15:09 WIB
Curi Sapi di Wonosobo, Mobil Pelaku Terguling Dikejar Warga
Rabu 23-09-2026,14:58 WIB