MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG - Pasca panen raya, harga jagung di tingkat petani turun Rp500 per kilogram. Padahal pada musim tanam tahun ini tidak banyak petani di Kabupaten Temanggung yang menanam jagung. Junari (38) salah satu petani di Kecamatan Tembarak menuturkan, saat ini petani jarang sekali yang tertarik untuk menanam jagung. Meskipun perawatan tanaman jagung ini relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. \"Di tempat saya saja, hanya ada sekitar 10 orang yang masih tanam jagung,\" tuturnya, Selasa (10/7). Seharusnya kata Junari, dengan dengan semakin minimnya petani yang menanam jagung, maka produktivitas jagung juga sedikit. Demikian juga dengan stok jagung juga tidak banyak. Namun ternyata harga jagung saat ini tidak sesuai dengan harapan petani. \"Sekarang hanya dibeli dengan harga Rp3.500 per kilogram, itu sudah bersih jagung sudah dipipil,\" keluhnya. Padahal sebelum panen raya beberapa waktu lalu katanya, harga jual jagung yang sudah dipipil bisa mencapai Rp4.000 sampai Rp4.500 per kilogram tergantung dengan kualitas dari jagung itu sendiri. Menurutnya, turunnya harga jagung ini membuat petani mengalami kerugian yang cukup banyak, sebab jagung juga membutuhkan pupuk, dan perawatan lainnya. \"Jika tanahnya sewa, ruginya akan semakin banyak. Beruntung saja tanah sudah milik sendiri jadi kerugian tidak banyak banget,\" tuturnya. Baca juga Pergantian Musim, Panen Kentang di Wonosobo Meningkat Miski petani lainnya menuturkan hal yang sama. Karena alasan ini banyak petani yang tidak tertarik untuk menanam jagung. Selain harganya jauh dibandingkan dengan hasil pertanian lainnya, jagung ini juga susah saat akan menjualnya. \"Apalagi kalau harga murah seperti ini, susah sekali. Paling-paling saya ecerkan saja,\" tuturnya. Ia berharap, ke depan ada pendampingan dari pemerintah, sehingga harga jagung bisa bersaing dengan harga komoditas pertanian lainnya. Dengan demikian petani akan kembali tertarik untuk membudidayakan jagung. Miski menambahkan, jagung menjadi tanaman makanan pilihan kedua setelah padi, namun belum ada perhatian khusus terhadap petani jagung. Sehingga perkembangan petani jagung tidak seperti pertanian pada umumnya. \"Jika dilihat dari manfaatnya sebenarnya bagus, karena bisa dijadikan sebagai pengganti beras. tapi sayangnya belum ada perhatian khusus,\" tuturnya. (set)
Harga Jagung Tak Sebaik Manfaatnya
Rabu 01-07-2020,02:54 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 01-11-2026,12:41 WIB
Calon Ketua HIPMI Magelang, Arya Septiadi Siapkan Gebrakan Digital untuk UMKM
Minggu 01-11-2026,13:09 WIB
Di Tengah Pro-Kontra Konser Andrea Bocelli, Ulama Borobudur Serukan Perdamaian Dunia
Minggu 01-11-2026,16:08 WIB
Massa Aksi di Borobudur Magelang Desak Promotor Konser Andrea Bocelli Buktikan Tak Terkait Israel
Minggu 01-11-2026,16:00 WIB
d’JeLiPat SMKN 3 Magelang Hadirkan ‘Romantic Purple’ di Opening Fashion Show Magelang Flower Festival
Minggu 01-11-2026,15:43 WIB
Magelang Ethno Carnival 2026 Raub Rp300 Juta Transaksi Per Hari
Terkini
Minggu 01-11-2026,17:00 WIB
Kota Magelang Peringkat 3 Integritas Pendidikan Nasional, Walikota Minta Penguatan SDM
Minggu 01-11-2026,16:30 WIB
Sampah Kota Magelang 85 Ton Per Hari, DLH Perkuat PDU Bojong untuk Pengurangan
Minggu 01-11-2026,16:15 WIB
Pemprov Jateng Beri Tali Asih 2.000 Hafiz dan Perluas Beasiswa Santri
Minggu 01-11-2026,16:08 WIB
Massa Aksi di Borobudur Magelang Desak Promotor Konser Andrea Bocelli Buktikan Tak Terkait Israel
Minggu 01-11-2026,16:03 WIB