MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO - Hujan deras dengan intensitas tinggi dalam sepekan ini, berpotensi terjadi pergerakan tanah dan longsor. Tentu hal ini mengancam seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Pasalnya sebagian besar wilayah di kabupaten dingin ini berkontur perbukitan dan pegunungan. “Ini yang perlu kita waspadai, dan sosialisasi kepada masyarakat terus kita lakukan. Tidak perlu panik, warga hanya perlu melihat dan mempelajari potensi dan tanda bahaya,” ucap Kepala BPBD Wonosobo, Zulfa Ahsan Alim Kurniawan kemarin. Menurutnya, dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo, semua memiliki titik rawan longsor. Hanya satu kecamatan yang memiliki kerawanan tingkat rendah yaitu Kecamatan Selomerto. Sedangkan yang lain masuk kategori tinggi. Baca juga Bagian Kepala Belum ditemukan, Arca Ganesha Dieng Dipindah ke Museum Kailasa “Ada 14 kecamatan yang rawan longsor. Itu artinya mayoritas wiilayah kita rawan, karena kontur yang berbukit,” ucapnya. Melihat tingginya curah hujan di Kabupaten Wonosobo belakangan ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Wonosobo untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Utamanya warga yang tinggi di dekat perairan sungai atau tebing-tebing tinggi. “Selain meminta informasi dari pemerintah soal ancaman bencana, diharapkan warga atau kelompok masyarakat aktif melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Jika ada ancaman yang segera membuat langkah antisipasi,” katanya. Selain itu, pada saat musim penghujan, pemerintah desa dan juga pemerintah kelurahan perlu melakukan upaya kerja bakti massal melancarkan saluran air di lingkungan masing-masing agar saat turun hujan, debit air naik, saluran drainase dalam posisi bersih dan bebas sampah. “Hal –hal kecil yang bisa kita lakukan ya diantaranya membersihkan lingkungan. Utamanya saluran air dari berbagai macam jenis sampah,” ucapnya. Beberapa peristiwa longsor yang terjadi jelang tahun baru hingga saat ini terhitung cukup banyak. Bahkan longsor sudah mengakibatkan hilangnya nyawa dan menimbulkan kerugian materi cukup besar. Baca Juga Pria Lansia di Magelang Gantung Diri di Dapur Rumah Keponakan “Longsor terbanyak dalam beberapa pekan ini terjadi di Kecamatan Watumalang dan Leksono, bahkan sudah ada korban jiwa,” bebernya. Pihaknya mengapresisasi sejumlah kecamatan yang aktif melakukan himbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspdaan saat musim hujan tiba. Pola koordinasi dan sinergi antara pemerintah dan aparat serta relawan bencana alam yang dibangun di masing-masing kecamatan perlu terus dijaga.(gus)
Hujan Deras Intensitas Tinggi, Longsor Intai Wonosobo
Kamis 09-01-2020,02:49 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,17:42 WIB
Krisis Air di Pati, Pemprov Jateng Gandeng Undip Siapkan Solusi Desalinasi Air Payau
Selasa 06-10-2026,17:30 WIB
Bekali Keterampilan Kerja Siswa, SMAN 5 Magelang Luncurkan Program SMA Mantap
Selasa 06-10-2026,18:30 WIB
Seluruh TPS Pilkades Serentak Magelang 2026 Dianggap Rawan Keamanan
Selasa 06-10-2026,17:00 WIB
Cari Wakil Provinsi, 73 Pelajar SMP Ikuti Lomba Speech dan Storytelling di Kota Magelang
Rabu 07-10-2026,09:27 WIB
Perbukitan Menoreh Purworejo Bakal Jadi Arena BiosfeRun 2026
Terkini
Rabu 07-10-2026,16:30 WIB
Belikopi Magersari Magelang Tawarkan Ropang Mulai Rp7 Ribu, Ada Promo Combo
Rabu 07-10-2026,16:17 WIB
Pengedar Sabu di Kalikajar Wonosobo Dibekuk, 4 Paket Barang Bukti Disita
Rabu 07-10-2026,16:06 WIB
Sukses Terapkan Program Sekolah Berintegritas, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari KPK
Rabu 07-10-2026,15:30 WIB
Kekeringan Meluas hingga Lereng Gunung, 19.717 Warga Kabupaten Magelang Krisis Air
Rabu 07-10-2026,14:57 WIB