MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG TENGAH - Jelang Tahu Baru Imlek 5 Februari 2019, Sandi (64) kini disibukkan dengan berbagai pesanan pembuatan barongsai liong atau naga. Sandi sendiri merupakan kepala penasihat gabungan adat seni dan budaya barongsai di Kota Magelang, sekaligus pengrajin barongsai yang memiliki bengkel sanggarnya di Jalan Daha, Magelang Tengah, Kota Magelang yang masih eksis sampai sekarang. Bermacam pesanan ia terima dari berbagai kota di penjuru Indonesia. Meski usianya sudah tak muda lagi, namun semangatnya masih menggelora ketika menceritakan bagaimana kisah profesinya sebagai pengrajin barongsai. Dari rumahnya yang dipenuhi handmade barongsai, Sandi masih cekatan membuat barongsai meski sambil duduk di atas kursi roda. Keahliannya ini tak lepas dari kesukaanya pada barongsai sejak berusia 5 tahun. Sejak kecil Sandi diasuh sang kakek dan dididik untuk mewarisi serta meneruskan seni budaya barongsai ini. ”Saya sejak kecil sudah belajar seni barongsai dan membuatnya. Sampai sekarang saya tetap belajar dan aktif membuatnya,” katanya kepada wartawan, Kamis (31/1). Saking cinta dan aktifnya di kesenian ini, Sandi pun menerjunkan diri untuk aktif di perkumpulan kesenian barongsai sampai akhirnya menjadi tetua atau dituakan. Sebagai sesepuh pelaku seni khas Tionghoa ini, ia pun tak segan untuk membantu klub-klub seni barongsai ketika mengalami kesulitan, seperti pendanaan. ”Kalau ada yang butuh perlengkapan barongsai tapi terkendala dana, saya dengan hati akan membuatkannya tanpa harus dibayar. Itu sudah jadi niat saya agar kesenian ini tetap eksis,” katanya. Selain itu, Sandi juga mengaku, membuka diri bagi siapa saja yang ingin belajar seni barongsai dan membuatnya tanpa harus membayar. Meskipun ia menyadari, tidak jarang orang yang minat belajar membuat kerajinannya cepat merasa jenuh. ”Terkadang orang yang ingin belajar hanya bertahan beberapa hari saja, karena jenuh. Memang cara membuat barongsai cukup sulit dan memakan waktu lama. Intinya harus sabar dan tekun,” tuturnya. Menurutnya, kesenian barongsai bukan hanya tarian semata yang menarik tetapi juga semi atau full akrobatik yang mengandalkan skill. Barongsai juga mempunyai ritual-ritual khusus saat akan memulai memainkan tarian tersebut. ”Ada ritual khusus yang harus dilakukan agar terhindar dari hal-hal negatif yang tidak kita inginkan,” ujarnya. Sandi yang pernah ke Hongkong mewakili seni barongsai asal Kota Magelang itu menambahkan pelestarian kesenian barongsai dan mempertahankan kebudayaan Tionghoa yang semakin terdesak arus modernisasi di Magelang ini memang sulit. Namun, karena panggilan hati, dia berkomitmen akan tetap berkosentrasi menekuni seni pembuatan kepala barongsai ini. ”Banyak yang saya buat di rumah, seperti kepala barongsai lengkap dengan segala aksesorisnya. Termasuk sejumlah aksesori khas Tionghoa yang biasanya banyak dicari di momen menjelang perayaan Tahun Baru Imlek ini,” pungkasnya. (wid)
Jelang Imlek Order Barongsai Meningkat
Jumat 01-02-2019,14:34 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 24-08-2026,14:55 WIB
Video Anak Diduga Berbuat Tak Pantas di Kawasan Rindam Kota Magelang Viral, Polisi Turun Tangan
Senin 24-08-2026,15:37 WIB
Sempat Dilarang Ibu, Pendaki 17 Tahun Tewas Terjatuh di Gunung Sumbing
Senin 24-08-2026,14:59 WIB
Incar 820 Ribu Lowongan di Jepang, Jalur Kerja Mandiri Kini Hadir di Salam Magelang
Senin 24-08-2026,14:21 WIB
Plang SPPG Jurangombo Kota Magelang Viral, Dishub: Warna Cokelat Harusnya untuk Tempat Wisata
Senin 24-08-2026,12:27 WIB
Sisihkan 25 Ribu Peserta, Siswi SMPN 4 Magelang Raih Top Score di Jamnas XII
Terkini
Senin 24-08-2026,15:49 WIB
Pamit Cari Rumput, Warga Kaliwiro Wonosobo Tewas Jatuh ke Tebing 30 Meter
Senin 24-08-2026,15:37 WIB
Sempat Dilarang Ibu, Pendaki 17 Tahun Tewas Terjatuh di Gunung Sumbing
Senin 24-08-2026,15:19 WIB
Berdayakan UMKM dan Guru Agama, Wagub Jateng Taj Yasin Raih Budai Award 2026
Senin 24-08-2026,15:09 WIB
Bunga Tabebuya Mekar di Jalan Magelang-Yogyakarta, Pantang Disiram Saat Kemarau
Senin 24-08-2026,14:59 WIB