MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tahun ini diperkirakan mengalami penurunan yang cukup dalam yakni sekitar 20 persen dibandingkan pada kondisi normal. Ini karena terkait adanya pelarangan mudik Lebaran di 2020. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman memperkirakan, konsumsi BBM pada momen Ramadan dan Lebaran 2020 ini akan berada di kisaran 110.034 kiloliter per hari atau turun 20 persen dibandingkan kondisi normal. \"Angka ini jauh di bawah konsumsi pada Ramadhan tahun lalu yang keterangannya, kemarin (26/4). Kendati demikian, Pertamina tetap menyediakan pasokan BBM bagi bantuan logistik, sembako, alat kesehatan serta angkutan kebutuhan penting lainnya yang diperbolehkan beroperasi. Pada momen Ramadan dan Idul Fitri, Tim Satgam Pertamina memastikan keamanan BBM selama 24 jam. Selain BBM, Pertamina juga mengamankan kebutuhan LPG. Pihaknya memperkirakan pada kedua momen tersebut kebutuhan gas dapur akan meningkat sekitar 6 persen. Ada sejumlah cara yang dilakukan perusahaan migas pelat merah ini yakni mulai dari menjaga ketahahan stok hingga pelayanan melalui antar atau Pertamina Delivery Service. \"Kami akan fokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik BBM maupun LPG. Untuk LPG kami akan menambah stok hingga di level 19 hari dan kemudhan akses mendapatkan LPG,\" ucap dia. Terpisah, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna mengatakan, terjadinya penurunan konsumsi BBM lantaran memang di tengah wabah corona terjadi penurunan konsumsi BBM. \"Konsumsi BBM turun karena kebutuhan untuk transportasi dan industri juga turun,\" ujarnya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (26/4). Karena itu, dalam kondisi ini serta minyak mentah dunia mengalami penurunan merupakan momen yang pas bagi pemerintah untuk menurunkan harga BBM. \"Sehingga, pertamina harus menyesuaikan harga dengan kondisi sekarang,\" katanya. Terkait desakan berbagai pihak penurunan harga BBM, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan, ada tiga pertimbangan. Pertama, pihaknya menunggu arahan dari pemerintah yang telah dirumuskan oleh Kementerian ESDM. Pertimbangan kedua yakni peran Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) punya kewajiban membeli minyak dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang beroperasi dalam negeri. Tujuannya untuk menekan defisit migas. Terakhir, peran Pertamina sebagai BUMN tidak bisa beraksi seperti trader. Bagi perusahaan biasa tentu akan memilih setop operasi kilang dan hulu, dan mengambil opsi impor yang lebih murah.(din/fin)
Konsumsi BBM Selama Ramadan dan Lebaran 2020 Anjlok
Senin 27-04-2020,04:35 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 06-05-2026,18:46 WIB
Resmi Jadi Guru Besar Untidar, Prof Mimi Tawarkan Solusi Literasi Berbasis Budaya Lokal
Rabu 06-05-2026,18:24 WIB
Dua Talenta Muda Jateng Raih Juara Internasional Matematika dan Olahraga
Rabu 06-05-2026,18:31 WIB
Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026 Semarang Angkat Sejarah Pangan
Kamis 07-05-2026,11:39 WIB
Peringkat IKT 2025 Turun ke Posisi 7, Walikota Magelang Klaim DNA Toleransi Warga Masih Kokoh
Terkini
Kamis 07-05-2026,16:48 WIB
Gantikan Porsi Almarhum Ayah, Calon Siswa SMP Mutual Jadi Jemaah Haji Termuda Magelang
Kamis 07-05-2026,16:32 WIB
Tinjau Rumah Roboh, Walikota Magelang Soroti Nasib Lansia Pekerja Keras
Kamis 07-05-2026,16:25 WIB
Harga Tiket 8 Klub Elite Voli SBY Cup di Magelang Mulai Rp50 Ribu Per Hari
Kamis 07-05-2026,16:17 WIB
Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang: Pemkot Gelar Khitan Massal Gratis Diikuti 102 Anak
Kamis 07-05-2026,15:58 WIB