MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki sejumlah calon kepala daerah (cakada) yng berkontestasi di Pilkada 2020. Bahkan ada yang status kasusnya akan ditingkatkan ke penyidikan. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan pihaknya tengah memulai penyelidikan sejumlah cakada yang ikut di Pilkada Serentak 2020. Bahkan ada sejumlah penyelidikan yang akan dinaikkan ke tahap penyidikan. \"Pada kesempatan ini kami sampaikan pula bahwa saat ini saja KPK telah melakukan penyelidikan terhadap beberapa yang terdaftar sebagai cakada di beberapa daerah. Bahkan mungkin ada yang segera dinaikkan pada tahap penyidikan,\" katanya saat webinar Pembekalan Pilkada Berintegritas 2020, Rabu (18/11) yang diikuti cakada dari Provinsi Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, dan DI Yogyakarta. Dia mengatakan bahwa keikutsertaan KPK dalam pembekalan cakada tak lepas dari upaya mencegah korupsi. \"Jadi sekali lagi keikutsertaan KPK di dalam melakukan kegiatan webinar pembekalan seperti ini semuanya tertuju kepada upaya untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi,\" katanya. dia juga menegaskan, KPK berbeda dengan Polda dan Kejaksaan Agung yang tak akan memproses kasus yang membelit cakada. KPK akan terus menindaklajuti kasus yang menyeret cakada. \"KPK memastikan bahwa kami terus melakukan jika ada indikasi tindak pidana korupsi yang dilaksanakan di tengah-tengah pelaksanaan kampanye pelaksanaan pilkada ini, maka KPK akan melakukan tindakan-tindakan,\" katanya. Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah melakukan audit dana kampanye calon kepala daerah. Selain itu audit pula pelaporan sumbangan dana kampanye pada Pilkada 2020. \"Laporan dana yang akurat seharusnya dapat menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas pasangan calon,\" katanya. Dia pun mendorong KPU menegaskan kepada pasangan calon untuk melaporkan dana kampanye dengan jujur, akuntabel dan transparan. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta masyarakat tidak memilih cakada yang terlibat kasus korupsi dan gratifikasi. Terlebih ada yang terlibat kasus korupsi maupun gratifikasi masih mendapat ruang untuk diusung partai politik sebagai cakada. Regulasi terkait persoalan ini, menurut dia masih perlu diperbaiki untuk mencegah hasil pilkada yang melukai rakyat. \"Upaya melahirkan pemimpin yang bersih harus dimulai dari proses pilkada yang baik, yang dapat membendung orang-orang yang terlibat kasus korupsi mencalonkan diri,\" katanya. Menurutnya, kehadiran pasangan cakada yang bermasalah, dapat menimbulkan permasalahan bila mereka memenangkan pilkada. Kemudian setelah dilantik, berhadapan dengan kasus hukum.(gw/fin)
KPK Target Cakada
Kamis 19-11-2020,03:34 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-04-2026,10:00 WIB
Hafiz Rayan Siswa SMKN 2 Magelang Juara LKS, Taklukkan 30 Layanan AWS di Ajang Provinsi
Senin 27-04-2026,08:15 WIB
SMKN 2 Magelang Rayakan Hari Kartini Sederhana, Sarat Makna dan Edukasi Gender
Senin 27-04-2026,11:00 WIB
Panen Kopi Temanggung 2026 Turun 30 Persen, Dampak Kemarau Basah dan Cuaca Ekstrem
Senin 27-04-2026,13:53 WIB
Kontes Sapi APPSI Wonosobo Dihadiri Wamentan, Jadi Pemicu Ekonomi Peternak
Senin 27-04-2026,12:00 WIB
Arsitektur Unik! Artotel Leguna Magelang Terinspirasi Candi Borobudur
Terkini
Senin 27-04-2026,15:45 WIB
Buka Peluang Usaha Tahan Banting, BLK Kota Magelang Latih Pemuda Jadi Barber Profesional
Senin 27-04-2026,15:40 WIB
Harga Pakcoy Anjlok Rp500 di Pasar Sewukan Magelang, Kembang Kol Justru Meroket Tajam
Senin 27-04-2026,15:36 WIB
Tabrakan Beruntun RX King dan Truk di Ngluwar Magelang, Satu Pengendara Tewas
Senin 27-04-2026,15:31 WIB
Skor Fantastis 99,00, Kota Magelang Sabet Juara 1 Penerapan SPM se-Jawa Tengah
Senin 27-04-2026,13:57 WIB