Diyakini Tingkatkan Vitalitas, Tumbuh di Kayu Mranak Sebagai salah satu tanaman yang mengandung protein tinggi dan mudah diolah menjadi berbagai makanan, jamur sudah menjadi bagian dari masyarakat. Bahkan, sempat menjadi komoditas yang diekspor. ERWIN ABDILLAH, Wonosobo NAMUN, beda dengan jamur yang biasa dibudidayakan secara massal maupun rumahan, di Desa Igirmranak, Kecamatan Kejajar ada suatu jenis jamur yang dipercaya bisa meningkatkan vitalitas dan memiliki citarasa unik. Masyarakat menyebutnya jamur Igirmranak atau jamur Igir. Hal ini karena banyak ditemui di kawasan desa setempat dan hanya tumbuh di kayu mranak di kawasan itu. Hal itu dibenarkan Kades Igirmranak, Joko Tri Sadono. Dikatakan jamur Mranak tersebut sedang dalam upaya pengembangan dan budidaya oleh desa. Bahkan Joko sendiri secara ribadi kerap berekspresimen dengan berbagai jenis kayu selain Mranak namun belum berhasil. “Ini dulu dari tahun 80-an sudah dibudidayakan dan di tahun tersebut harga kering perkilo bisa mencapai 75 ribu. Katanya untuk obat-obatan dan memang ada manfaatnya, seperti purwaceng. Dulu katanya untuk obat yang banyak dibeli orang-orang Cina,” tuturnya saat ditemui kemarin (5/4). Joko menambahkan, keistimewaan jamur Igir ini adalah dari rasa dan khasiatnya. Selain memiliki rasa yang mirip seperti jamur shitake yang lazim ada di masakan Jepang, jamur itu punya citarasa seperti petai namun tidak berbau. “Jamur ini memang hampir sama dengan jamur lainnya. Tapi kalau ini, masyarakat sekitar menamakan jamur pete karena punya rasa seperti petai. Biasanya diolah dengan cara dimasak oseng, sop dan lainnya. Sesuai selera mereka,” imbuh Joko. Jamur yang biasanya berwarna merah kecoklatan itu biasanya tumbuh di bulan Oktober – April atau di musim penghujan dan banyak ditemukan di hutan. Bahkan sejak awal 2019 pemerintah desa mulai membuat kumbung atau rumah jamur di samping warung permakultur. Kumbung yang disediakan terbuat dari bambu dan disediakan semacam rak sederhana untuk meletakkan potongan-potongan kayu Mranak yang sudah beberapa ditumbuhi jamur. Jenis kayu Mranak yang biasanya berhasil ditumbuhi juga jenis yang seperti memiliki lapisan kapur keputihan. “Harapannya, para pengunjung akan tahu bahwa asal-usul Desa Igirmranak ini juga berkaitan dengan banyaknya pohon Mranak dan di warung permakultur akan ada menu khusus jamur Mranak”, ucapnya. Hal itu ditanggapi Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Edi Santoso, bahwa kegiatan pemulihan jamur Igir oleh masyarakat desa Igirmranak merupakan upaya melestarikan warisan desa yang tidak ternilai harganya. Hal ini menjadi identitas selain budaya dan alam yang sangat indah. Lewat jamur ini menurut Edi sangat selaras dengan semangat pemerintah Wonosobo menuju sebagai kota kreatif yang mencakup aspek kuliner, seni pertunjukan, dan fotografi. (*)
Mengenal Jamur Igirmranak yang Memiliki Cita Rasa Unik
Minggu 07-04-2019,18:51 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 25-08-2026,11:50 WIB
Cegah Uang Duka Ludes, BPJS Ketenagakerjaan Magelang Bekali Ahli Waris Jadi Pengusaha
Selasa 25-08-2026,12:20 WIB
Gandeng Polisi, SMA Mutual Kota Magelang Ajarkan Ratusan Siswa Manfaatkan AI Secara Bijak
Selasa 25-08-2026,12:10 WIB
Tampil Memukau di Karnaval Desa, Marching Band Baskara Muda Bangun Karakter Siswa MI Muhammadiyah Danurejo
Selasa 25-08-2026,13:48 WIB
Mutasi Polres Magelang Kota: Dua Kapolsek dan Kasiwas Resmi Berganti
Selasa 25-08-2026,13:18 WIB
Bapperida Kota Magelang Luncurkan SiKeren, Urus Absen ASN Makin Praktis
Terkini
Selasa 25-08-2026,13:57 WIB
Pengajuan Bansos di Kota Magelang Kini Makin Mudah, Bisa Pakai HP Lewat IKD
Selasa 25-08-2026,13:48 WIB
Mutasi Polres Magelang Kota: Dua Kapolsek dan Kasiwas Resmi Berganti
Selasa 25-08-2026,13:39 WIB
Jelang Maulid Nabi, Harga Buah di Pasar Rejowinangun Kota Magelang Merangkak Naik
Selasa 25-08-2026,13:18 WIB
Bapperida Kota Magelang Luncurkan SiKeren, Urus Absen ASN Makin Praktis
Selasa 25-08-2026,12:20 WIB