MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO - Pengemudi ojek online (ojol) dengan ojek pangkalan (opang) kembali kembali ricuh. Kericuhan tersebut terjadi di dua titik. Yakni, di dekat pangkalan ojek Talang Sidojoyo dan Kantor Ojek Online di Tawangsari, Wonosobo, Rabu (13/2). Kejadian itu diduga kuat lantaran ojol membawa penumpang sehingga membuat opang emosi. “Semuanya sudah berhasil kami atasi, tadi (kemarin) memang sempat ada kericuhan antara ojol dan opang, tapi tidak kontak fisik. Katanya karena ojol membawa penumpang sehingga membuat opang emosi dan terjadi kericuhan,” ungkap Kabag Ops Polres Wonosobo Kompol Sutomo kemarin saat dikonfirmasi. Menurutnya, membawa penumpang itu sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan karena antara opang dan ojol sama-sama mencari rezeki. Selain itu, dalam undang-undang tidak ada yang mengatur kendaraan roda dua menjadi alat transportasi umum. “Tadi opang bilang ojol membawa penumpang, saya katakan apa masalahnya, pasalnya ojol dan opang sama-sama kendaraan roda dua. Kalau dilarang ya harus semua, karena tidak ada aturannya kendaraan roda dua dijadikan angkutan umum,” bebernya. Pihaknya meminta kepada Pemkab Wonosobo untuk segera mencarikan solusi terkait permasalahan opang dan ojol agar tidak terus terjadi kericuhan semacam ini. Karena menurutnya, tercatat sudah ketiga kali ini kericuhan antara opang dan ojol terjadi. Dia meminta kepada para opang dan ojol untuk menjaga kondusifitas wilayah Wonosobo sampai ada aturan yang jelas dari Pemerintah Pusat. Sampai saat ini, peraturan tersebut masih digodok dan menunggu masukan-masukan dari berbagai pihak. “Sudah tiga kali ini kericuhan terjadi. Tadi kericuhan terjadi di daerah Talang, Sidijoyo dan di Kantor Ojol di daerah Tawangsari. Tapi tadi sudah langsung kami bubarkan, kedua belah pihak harus bersabar dan bisa menahan diri,”ujarnya. Polres tidak segan-segan akan membawa ke ranah hukum apabila kericuhan sampai menjurus ke kekerasan. Hal itu berlaku untuk kedua belah pihak, baik opang maupun ojol, pihak kepolisian akan memprosesnya secara hukum. “Kalau sampai ada pemukulan pasti akan kami proses. Siapapun dia. Kalau tidak begitu, akan terjadi kericuhan seperti itu lagi. Harus ada shock terapi,\" pungkasnya.(gus)
Opang dan Ojol Kembali Ricuh
Kamis 14-02-2019,03:12 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 14-09-2026,18:58 WIB
305 Usulan Kepwal Kota Magelang Diajukan di Luar Perencanaan, Bagian Hukum Ingatkan Risiko Cacat Yuridis
Senin 14-09-2026,14:00 WIB
Buntut Ribuan Warga Kota Magelang Dicabut Bansosnya Akibat Judol, Polisi Bidik Afiliator
Senin 14-09-2026,15:37 WIB
Pesta Bolo Pitu Sedot Ribuan Penonton, Walikota Damar Dorong Event Musik Perkuat Magelang sebagai Kota Jasa
Senin 14-09-2026,16:35 WIB
BNI Magelang Relokasi Dua KCP, Bidik Pasar Baru di Kawasan Ekonomi Strategis
Senin 14-09-2026,18:38 WIB
Libatkan Pelajar Nonmuslim, MTQ Nasional XXXI di Jateng Sukses Rawat Toleransi
Terkini
Senin 14-09-2026,20:37 WIB
Kenalkan Pertanian Lewat Literasi, Polbangtan Kementan Tampil di Gemilang Literasi Fest 2026
Senin 14-09-2026,18:58 WIB
305 Usulan Kepwal Kota Magelang Diajukan di Luar Perencanaan, Bagian Hukum Ingatkan Risiko Cacat Yuridis
Senin 14-09-2026,18:38 WIB
Libatkan Pelajar Nonmuslim, MTQ Nasional XXXI di Jateng Sukses Rawat Toleransi
Senin 14-09-2026,16:35 WIB
BNI Magelang Relokasi Dua KCP, Bidik Pasar Baru di Kawasan Ekonomi Strategis
Senin 14-09-2026,15:37 WIB