MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO - Pandemi covid-19 yang telah berlangsung sekitar tujuh bulan ini, telah memberi dampak pada berbagai bidang. Di bidang kesehatan dan gizi masyarakat, berpotensi meningkatkan angka stunting, karena perekonomian memburuk. Bahkan mengancam target menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024. “Pandemi ini telah berlangsung sekitar tujuh bulan ini, telah kita bersama rasakan dampaknya, terutama di bidang kesehatan dan gizi masyarakat. Ini berpotensi mengancam target menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024,” ungkap Bupati Wonosobo, Eko Purnomo kemarin saat menghadiri Komitmen Penandatangan Bersama di Ruang Mangoenkoesoma Setda, Senin (21/9). Menurutnya, dari hasil survei Balitbangkes Kemenkes pada 4.798 puskesmas, sebanyak 43,51 persen posyandu menghentikan kegiatannya selama pandemi, 37,23 persen mengalami penurunan kegiatan, dan 18,70 persen posyandu melakukan kegiatan seperti kondisi normal. Kondisi ini juga terjadi di Kabupaten Wonosobo. Layanan posyandu balita maupun ibu hamil mengalami penurunan, baik karena penghentian penyelenggaraan posyandu, maupun faktor ketakutan masyarakat untuk mengunjungi posyandu, dan fasilitas kesehatan ibu dan balita Baca Juga Persaingan di Era Industri 4.0 Ketat, Profesi Kerja Diganti Robot Namun, Bupati meminta di tengah situasi pandemi ini, masalah gizi tetap harus menjadi prioritas yang tidak boleh di abaikan. Pemerintah daerah tetap berkewajiban untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat. Karena itu pihaknya minta kepada seluruh perangkat daerah bersama stakeholder terkait, lakukan inovasi-inovasi dalam kondisi pandemi, agar upaya pemenuhan gizi masyarakat. “Utamanya bagi mereka yang rentan seperti ibu hamil dan anak balita, bisa tetap terpenuhi, dengan tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan. Perkuat dan gunakan kearifan lokal di masing-masing wilayah”, pintanya. Bupati menambahkan, prevalensi stunting Kabupaten Wonosobo masih tinggi. Hal ini sangat perlu untuk segera kita atasi bersama. baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa, individu, komunitas, CSR, lembaga donor maupun swasta, harus bersinergi dan bersatu, dalam upaya penanggulangan stunting. Kunci pencegahan dan penanganan kasus stunting adalah di 1000 HPK, sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah dua tahun (baduta), baik melalui intevensi gizi spesifik, maupun intervensi sensitive, perlu terus diupayakan. “Saya minta, intervensi yang dilakukan. Tidak hanya dilakukan sektor kesehatan saja, tetapi juga dilaksanakan sektor lain, yang juga sangat penting perannya untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Karena tingkat keberhasilan program ini sangat dipengaruhi sektor non kesehatan, dengan proporsi dukungan mencapai 70 persen,” ucapnya. Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Sosial Masyarakat dan Dunia Usaha membulatkan niat dan mempertegas komitmen untuk bekerja bersama, bahu-membahu dan bergotong royong melakukan upaya-upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Wonosobo. Yang ditandatangani dalam bentuk komitmen bersama. (gus)
Pandemi Ancam Target Penurunan Stunting di Wonosobo
Selasa 22-09-2020,02:24 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 01-05-2026,19:30 WIB
Tanpa Unjuk Rasa, Pekerja dan Walikota Magelang Peringati May Day dengan Bersih Lingkungan
Jumat 01-05-2026,19:58 WIB
O2SN 2026 Kota Magelang Dibatalkan Sepihak, DPRD Bakal Panggil Instansi Dinas Pendidikan
Jumat 01-05-2026,18:51 WIB
Pajak Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Belum Berlaku, Pemprov dan DPRD Masih Lakukan Pengkajian
Jumat 01-05-2026,19:20 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Janjikan Penuhi Tuntutan Buruh saat Demo May Day
Jumat 01-05-2026,19:04 WIB
Raperda Pelayanan Publik Jateng Digodok, Luthfi Wajibkan ASN Respons Aduan 24 Jam
Terkini
Jumat 01-05-2026,19:58 WIB
O2SN 2026 Kota Magelang Dibatalkan Sepihak, DPRD Bakal Panggil Instansi Dinas Pendidikan
Jumat 01-05-2026,19:30 WIB
Tanpa Unjuk Rasa, Pekerja dan Walikota Magelang Peringati May Day dengan Bersih Lingkungan
Jumat 01-05-2026,19:20 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Janjikan Penuhi Tuntutan Buruh saat Demo May Day
Jumat 01-05-2026,19:10 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin Tegaskan Pemimpin Harus Membaur dan Pantang Minta Dilayani
Jumat 01-05-2026,19:04 WIB