MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Belakangan ini komoditas gula pasir mengalami kelangkaan di pasar sehingga harganya yang melambung tinggi hingga Rp17.500 per kilogram (kg). Akan tetapi, Perum Bulog memastikan pasokan gula akan meningkat tajam pada Juni mendatang. Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso mengatakan, Bulog hingga Juni nanti akan memiliki stok gula pasir konsumsi hingga 75.000 ton, yang berasal dari 25.000 ton produksi dalam negeri dan 50.000 ton dari gula impor asal India. \"Bulan depan produksi gula kita kurang lebih ada 25.000 ton. Jadi masyarakat, enggak usah khawatir. Jadi bulan depan banjir lah ya,\" katanya, kemarin (15/5). Pria yang disapa Buwas itu menerangkan, selain produksi tebu lokal, juga Gula Kristal Putih (GKP) atau konsumsi sebanyak 50.000 ton didatangkan dari impor. \"Dari total tersebut, sebanyak 21.800 ton gula pasir dari India telah tiba, sedangkan sisanya akan tiba sebelum Hari Raya Idul Fitri pada pekan depan,\" ujarnya. Dia menjelaskan, kenaikan harga gula yang terjadi saat ini lantaran disebabkan produksi tebu dalam negeri yang belum siap dipanen dan diolah. Hal ini memicu terjadinya kelangkaan gula di pasar. Di sisi lain, Bulog sendiri tak memiliki pasokan. Selain itu, kata dia, pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia, terutama di India yang menerapkan lockdown membuat impor gula ke Indonesia menjadi tersendat. Buwas menambahkan, bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengalihkan stok sebesar 250.000 ton gula rafinasi yang biasa digunakan oleh industri makanan dan minuman, untuk diolah menjadi gula kristal putih atau gula konsumsi masyarakat. Upaya ini diharapkan pasokan gula melimpah dan harganya kembali stabil. Sementara itu, pakar ekonomi pertanian UGM Prof Masyhuri menilai kelangkaan gula disebabkan karena adanya permintaan tinggi ketika menjelang Idul Fitri dan sebagian panic buying akibat pandemi Covid-19. \"Persediaan gula hampir habis menjelang musim gilang, ditambah karena adanya permintaan yang tinggi selama bulan puasa dan juga adanya panic buying karena Covid-19 dan pedagang spekulan yang menyimpan,\" kata Masyhuri. Pada bulan Mei ini, lanjut dia, akan dimulai musim giling. Sehingga, pasokan gula akan mulai tersedia di pasar pada Juli mendatang. Mengenai indikasi krisis pangan yang akan melanda Indonesia, menurut dia, tidak akan terjadi apabila corona tak berkepanjangan. \"Sebaliknya, potensi krisis muncul jika pandemi berkepanjangan. Bila pandemi ini panjang produksi berkurang karena input yang digunakan berkurang. Produksi input seperti pupuk dan pestisida juga akan berkurang,\" pungkas dia. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat (15/5) ini sudah mencapai Rp17.400 per kg. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kg.(din/fin)
Pasokan Gula Diperkirakan Meningkat Juni Mendatang
Sabtu 16-05-2020,03:42 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,17:42 WIB
Krisis Air di Pati, Pemprov Jateng Gandeng Undip Siapkan Solusi Desalinasi Air Payau
Selasa 06-10-2026,14:59 WIB
Berawal Tantangan Medsos, Polisi Amankan 6 Remaja Pelaku Tawuran Maut di Kota Magelang
Selasa 06-10-2026,15:03 WIB
Curi Uang dan Makanan, Bocah di Kemirirejo Kota Magelang Berakhir Damai dan Dibina Dinsos
Selasa 06-10-2026,15:09 WIB
Pamor Pasar Malam di Kota Magelang Meredup, Penjaga Wahana Harapkan Pemerintah Bantu Gelar Pentas Seni
Selasa 06-10-2026,15:34 WIB
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Euforia Ribuan Warga Pecah Saat Nobar di Kantor Gubernur Jateng
Terkini
Rabu 07-10-2026,09:27 WIB
Perbukitan Menoreh Purworejo Bakal Jadi Arena BiosfeRun 2026
Selasa 06-10-2026,18:30 WIB
Seluruh TPS Pilkades Serentak Magelang 2026 Dianggap Rawan Keamanan
Selasa 06-10-2026,17:42 WIB
Krisis Air di Pati, Pemprov Jateng Gandeng Undip Siapkan Solusi Desalinasi Air Payau
Selasa 06-10-2026,17:30 WIB
Bekali Keterampilan Kerja Siswa, SMAN 5 Magelang Luncurkan Program SMA Mantap
Selasa 06-10-2026,17:00 WIB