MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO - DPRD Wonosobo menggelar rapat paripurna dengan agenda penjelasan bupati terhadap raperda perubahan APBD 2020. Kebijakan raperda perubahan mengaju pada strategi dan program kegiatan pembangunan Kabupaten Wonosobo tahun 2020 difokuskan pada upaya penanganan pandemi covid-19. Terutama pada penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial (JPS). Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo mengemukakan, dari sisi pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 secara keseluruhan diestimasikan sebesar Rp1,8 triliun lebih. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp206 miliar lebih, Dana Perimbangan sejumlah Rp1,1 triliun lebih serta lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp529 miliar lebih. “Ada penurunan PAD. 8,25% dari PAD sebelum perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, dana perimbangan juga mengalami penurunan 9,27% dari sebelum perubahan APBD Tahun Anggaran 2020,” katanya. Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp529 miliar lebih pada Perubahan APBD Kabupaten Wonosobo 2020 naik 16,12% dari sebelum perubahan APBD tahun kenaikan tersebut merupakan kalkulasi penambahan dan pengurangan dari pospos pendapatan. “Pendapatan lain-lain yang sah bersumber dari pendapatan hibah, pajak provinsi dan pemda lainnya, bantuan keuangan provinsi, alokasi dana desa yang bersumber dari APBN dan dana insetif daerah,” terangnya. Alokasi Dana Desa yang Bersumber dari APBN sejumlah Rp217 miliar lebih. Perubahan APBD Kabupaten Wonosobo 2020 mengalami penurunan turun Rp2,5 miliar atau sebesar 1,16 % dibanding anggaran sebelum perubahan tahun 2020 sejumlah Rp219 miliar lebih. Sedangkan Dana Insentif Daerah sejumlah Rp45 miliar mengalami penurunan Rp3,3 miliar lebih atau sebesar 6,87% dibanding anggaran sebelum perubahan tahun 2020 sejumlah Rp48 miliar lebih. Andang menjelaskan dalam penyusunan APBD dapat terjadi selisih antara anggaran pendapatan daerah dengan anggaran belanja daerah yang mengakibatkan terjadinya surplus atau defisit APBD. Pembiayaan daerah merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutup defisit anggaran atau memanfaatkan surplus anggaran. Pada perubahan APBD 2020 terdapat peningkatan sumber pembiayaan daerah yang berasal dari selisih lebih perhitungan SiLPA tahun 2019 dari yang diprediksikan sebelumnya. Belanja daerah tahun anggaran 2020 setelah perubahan direncanakan sejumlah Rp2 triliun lebih turun sebesar Rp24 miliar . Perubahan APBD Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2020 atau 1,18% dibanding sebelum perubahan APBD tahun anggaran 2020. (gus)
Perubahan APBD 2020 Wonosobo Difokuskan Penanganan Pandemi
Kamis 10-09-2020,02:39 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 13-10-2026,17:13 WIB
Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Ormas Islam Jateng-DIY Beri Deadline TWC 2x24 Jam
Selasa 13-10-2026,17:30 WIB
Siswi SMPN 4 Magelang Kanaya Shafa Borong 4 Emas Cabang Selam di Kejurprov Pekalongan 2026
Selasa 13-10-2026,16:32 WIB
Perkuat Regenerasi Petani, 6.000 Pemuda Pekalongan Disiapkan Jadi Petani Muda
Rabu 14-10-2026,12:42 WIB
Di Kota Magelang Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah Bisa Dianggarkan dari Prodamai
Rabu 14-10-2026,12:03 WIB
Pekerja Mandiri Magelang Lega, BPJS Ketenagakerjaan Beri Diskon Iuran 50 Persen
Terkini
Rabu 14-10-2026,16:07 WIB
Limbah Jadi Rupiah, Cara Wulansari Hidupkan Bank Sampah Gandeng Pemuda Wates Kota Magelang
Rabu 14-10-2026,15:44 WIB
KRAP Jateng 2026 di Kota Magelang Sedot 1.000 Atlet, Walikota: Bawa Efek Ganda bagi Ekonomi Lokal
Rabu 14-10-2026,15:35 WIB
Sasar Kawasan Kampus Untidar Magelang, Raja Es Teler Sultan Hadirkan Menu Favorit Mulai Rp13 Ribu
Rabu 14-10-2026,15:25 WIB
270 Lansia di Kabupaten Magelang Resmi Diwisuda, Dorong Lansia Mandiri dan Tangguh
Rabu 14-10-2026,15:13 WIB