MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo telah memetakan daerah yang rawan bencana. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana dan penanganan pada saat musim hujan. “Hal ini memang harus dilakukan mengingat seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo berpotensi atau rawan terkena bencana alam, baik itu longsor, banjir, dan angin kencang. Berdasarkan peta daerah rawan bencana Kabupaten Wonosobo, potensi bencana tersebar merata di seluruh kecamatan,” tutur Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo, Zulfa Akhsan Alim Kurniawan kemarin (2/11). Potensi itu ditinjau dari ekosistem alam, tektur tanah yang gembur di musim hujan dan kemiringan yang terbilang curam, menjadi salah satu tanda yang mendasar. Diungkapkan Zulfa, bahwa untuk peta angin, biasanya terjadi di kawasan sinsu Reco Kecamatan Kertek, Kecamatan Garung bagian atas seperti Lengkong, dan wilayah Kecamatan Kalikajar bagian atas. Baca Juga Keterbukaan Informasi Wonosobo Raih Nilai Maksimal “Sedangkan untuk bencana longsor, semua Kecamatan berpotensi, namun potensi terbesar terjadi di Kecamatan Watumalang, Sukoharjo, Kaliwiro, Wadaslintang, Kejajar bahkan di wilayah kota yakni Sumberan Barat. Sementara untuk bencana banjir, berpotensi wilayah di sepanjang saluran sungai serayu,” imbuhnya. Lebih jauh Zulfa menjelaskan bahwa sesuai prakiraan dari BMKG mulai bulan Oktober 2020, wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonosobo sudah mulai masuk musim penghujan. Sedangkan ntuk puncak musim hujan di Jawa Tengah, sesuai prakiraan dari BMKG akan jatuh pada bulan Januari dan Februari 2021 mendatang. “Untuk menghadapi musim penghujan, BPBD sudah melakukan berbagi persiapan. Yakni, BPBD sudah memetakan wilayah-wilayah berdasarkan potensi bencana, baik itu longsor maupun banjir. Selain itu BPBD juga menyiapkan sumber daya manusia, peralatan, dan logistik. Pihaknya juga selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan jajaran terkait seperti TNI, Polri, dinas terkait, PMI, dan relawan. Diharapkan, dengan persiapan Dan upaya yang dilakukan, potensi bencana yang ada bisa dideteksi sejak dini,” pungkasnya. (win)
Petakan Potensi Bencana
Rabu 04-11-2020,02:12 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 21-06-2026,14:08 WIB
Mentan Amran Ajak Mahasiswa IAIN Gorontalo Jadi Motor Hilirisasi dan Swasembada Pangan
Minggu 21-06-2026,15:05 WIB
Jasirah Heritage Cycling 2026 Digelar, Ratusan Pesepeda Susuri Jejak Sejarah Semarang hingga Borobudur
Terkini
Minggu 21-06-2026,15:05 WIB
Jasirah Heritage Cycling 2026 Digelar, Ratusan Pesepeda Susuri Jejak Sejarah Semarang hingga Borobudur
Minggu 21-06-2026,14:08 WIB
Mentan Amran Ajak Mahasiswa IAIN Gorontalo Jadi Motor Hilirisasi dan Swasembada Pangan
Sabtu 20-06-2026,14:17 WIB
Di PENAS 2026, Wapres Gibran Sebut Indonesia Kian Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan
Sabtu 20-06-2026,12:59 WIB
Kota Magelang Punya 170 Bank Sampah, Sukses Ubah Pola Pikir Warga Kelola Limbah dari Hulu
Sabtu 20-06-2026,12:35 WIB