MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Partisipasi pemilih pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang diharapkan meningkat. Partai politik diminta mengusung kader terbaik agar masyarakat pemilih mau datang ke TPS. Salah satunya dengan menyajikan calon pemimpin yang jujur dan berintegritas. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai, ada sejumlah poin yang membuat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 meningkat. Salah satunya, kinerja KPU jangan asal-asalan. Akademisi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan, salah satu tugas partai politik adalah memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Pendidikan bisa dilakukan dengan cara mengusung kader terbaik yang memiliki kapasitas dan belum pernah tersangkut kasus hukum. Dengan diusungnya kader terbaik, masyarakat diharapkan bisa memilih sesuai dengan visi misi yang ditawarkan para kandidat. Bukan lagi calon yang memiliki latar belakang cacat hukum. Bahkan pernah tersangkut kasus korupsi. “Menurut hemat saya, di sini komitmen partai politik bisa dilihat. Partai mana yang mengusung kandidat bersih dan kompeten dan mana partai yang mengusung kandidat tanpa penyaringan dan seleksi,” kata Emrus di Jakarta, Rabu (23/10). Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan agar masyarakat mau menggunakan hak pilih, maka calon yang ditampilkan harus baik. “Kalau tidak bagus, ditambah KPU kinerjanya asal-asalan, masyarakat nggak mau menggunakan hak pilihnya,” tegas Arief. Menurut Arief, selain DPT dan munculnya calon yang baik, ada pula faktor yang membuat masyarakat betul-betul menggunakan hak pilihnya. Kinerja penyelenggara Pemilu yang lebih baik menjadi keharusan. “Dengan menghadirkan calon terbaik, masyarakat semangat menggunakan hak pilihnya. Kemudian sudah terlihat trennya dari 2015, 2018 dan 2019. Partisipasi pengguna hak pilih terus naik. Untuk itu, KPU harus terus mengecek apa saja faktor yang membuat partisipasi naik,” paparnya. Untuk persiapan Pilkada 2020, lanjut Arief, sudah dikerjakan dengan baik dan telah masuk tahapan anggaran. Selain itu, rapat bersama pemangku kebijakan (stakeholder) juga diharapkan untuk mensukseskan Pilkada. Selanjutnya tinggal tahapan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), lalu penyediaan logistik. “Mudah-mudahan seperti yang saat ini, tahapan bisa dijalankan tepat waktu dan berjalan dengan baik,” terangnya. Arief menambahkan, sampai saat ini Peraturan KPU (PKPU) sudah dibuat mengenai jadwal tahapan di 2020. Sedangkan PKPU yang lain sedang memasuki tahap pembahasan seperti syarat calon dan tentang penggunaan teknologi informasi. (khf/fin/rh)
Pilkada 2020, KPU Jangan Asal- Asalan
Kamis 24-10-2019,03:31 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,13:00 WIB
Kotak Infak Musala di Magelang Dibobol, Pelaku Kabur Tanpa Sepatu Terekam CCTV
Selasa 28-07-2026,08:00 WIB
Kementan Siapkan Strategi Serap Panen Tembakau, Petani Desak Regulasi Tak Menghimpit
Selasa 28-07-2026,06:50 WIB
Assessment for Learning: Penilaian Menjadi Bagian Proses Belajar
Selasa 28-07-2026,09:00 WIB
Hari Anak Nasional, SD Negeri 1 Traji Kenalkan Lagi Permainan Tradisional kepada Siswa
Selasa 28-07-2026,09:30 WIB
Golkar Purworejo Targetkan 11 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Yuli Hastuti Minta Kader Solid
Terkini
Selasa 28-07-2026,15:33 WIB
Nekat Mabukkan Ikan, Enam Warga Wonosobo Wajib Tebar 15 Ribu Benih
Selasa 28-07-2026,14:30 WIB
Mitra Beasiswa Pemkab Magelang Jadi 21 Kampus, Kuota Tetap 600 Mahasiswa
Selasa 28-07-2026,13:00 WIB
Kotak Infak Musala di Magelang Dibobol, Pelaku Kabur Tanpa Sepatu Terekam CCTV
Selasa 28-07-2026,12:13 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Magelang Buka Akses MLT Perumahan, Ini Fasilitas yang Bisa Dimanfaatkan
Selasa 28-07-2026,09:30 WIB