MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG SELATAN - Tingginya intensitas hujan di Kota Magelang harus diwaspadai. Terutama ancaman penyakit mematikan yang biasa hadir di musim penghujan yakni demam berdarah dengue (DBD). Pemkot Magelang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memprediksi puncak serangan DBD terjadi hingga Maret 2019 mendatang. Untuk itu, pemkot mengimbau agar warga Kota Magelang waspada terhadap serangan DBD di bulan Maret. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Magelang, Yis Romadon mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, serangan DB akan mencapai puncaknya pada bulan Februari. “Tetapi tahun ini, pergantian musim kemarau ke musim hujan agak terlambat. Sekitar bulan Oktober kemarin, jadi kami perkirakan kalau kasus DBD akan mencapai puncaknya sekitar Maret,” katanya, Rabu (23/1). Sampai dengan 23 Januari 2018, pihaknya mencatat korban pengidap DBD sebanyak 30 orang. Namun dari sekian itu, hanya 4 penderita yang sudah dinyatakan positif DBD. “Empat kasus ini merupakan warga ber-KTP Kota Magelang. Kami mendapatkannya dari rumah sakit yang ada,” tuturnya. Perbandingan tahun lalu pada bulan yang sama, kata Yis, kasus DBD di Kota Magelang mengalami penurunan. Tahun lalu tercatat ada 12 kasus pada bulan Januari. “Tahun kemarin puncaknya pada bulan Februari, ketika intensitas hujan sedang tinggi-tingginya,” paparnya. Untuk mencegah, pihaknya menggalakkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). “Jadi setiap rumah harus ada satu anggota keluarga yang aktif memantau ada jentik nyamuk atau tidak di dalam rumahnya,” kata Yis. Terkait pencegahan jentik nyamuk, Dinkes membatasi fogging atau pengasapan di kampung-kampung. Pengasapan hanya boleh dilakukan jika ada korban yang memang sudah positif terkena demam berdarah. Jika tidak, maka fogging lebih dihindari. “Sebab fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangan jentiknya tidak mati. Untuk mematikannya, habitatnya di genangan air itu harus dimatikan. Makanya, satu rumah satu jumantik ini harus benar-benar dijalankan,” kata dia. Sepanjang bulan ini, Dinkes telah melakukan pengasapan di 10 titik. Fogging akan langsung dilakukan jika di kawasan tersebut sudah ada indikasi warga terserang DBD dengan ditemukannya minimal tiga orang terjangkit panas dan demam. “Kemudian mempertimbangkan faktor lain yaitu angka jentiknya kurang dari 90 persen barulah kita fogging. Jadi tidak setiap orang yang ingin fogging lalu kita datangi, tapi kita lebih melakukan pembatasan dan pertimbangan seperti itu,” terangnya. Yis menyebutkan beberapa kelurahan yang rawan terserang DBD di antaranya Kelurahan Kemirirejo, Jurangombo Selatan, Tidar Utara, dan Kramat Utara. Kemudian, tempat fasilitas publik seperti pasar tradisional, taman, sekolah, terminal, dan lain sebagainya juga menjadi skala prioritas pengasapan. “Kemungkinan kasus DBD akan mulai turun pada April, Mei, dan seterusnya sampai kemarau tiba. Selain fogging kita juga rutin menyosialisasikan 3M dan mendistribusikan abate ke tiap kelurahan,” pungkasnya. (wid)
Puncak Serangan DBD Diprediksi hingga Maret
Kamis 24-01-2019,03:14 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 07-07-2026,07:03 WIB
Haaland vs Harry Kane di Perempat Final Piala Dunia 2026, Siapa yang Bakal Lebih Gacor?
Selasa 07-07-2026,10:30 WIB
Rahasia Erling Haaland Menggila di Piala Dunia 2026, Statistiknya Bahkan Lampaui Ekspektasi Opta
Selasa 07-07-2026,13:42 WIB
Cristiano Ronaldo Angkat Koper dari Piala Dunia 2026: Sebelum Ada Saya, Portugal Bukan Apa-Apa!
Selasa 07-07-2026,16:04 WIB
Tragis! Adu Banteng Taruna vs Pikap di Salaman Magelang, Satu Pengemudi Tewas
Selasa 07-07-2026,08:30 WIB
409 Warga Manfaatkan Rumah Singgah Gratis Temanggung di Yogyakarta dan Semarang, Ini Fasilitasnya
Terkini
Selasa 07-07-2026,19:01 WIB
Kawah Candradimuka yang Kini Punya Pusat Pendidikan Dunia dengan Kehadiran HAWS
Selasa 07-07-2026,18:30 WIB
Bidik Uang Beredar Rp 3 Miliar, Magelang Fair 2026 Dipastikan Hidupkan Ekonomi Warga
Selasa 07-07-2026,18:00 WIB
Bersolek pada 2026, Taman Kyai Langgeng Magelang Siapkan Taman Kincir Belanda
Selasa 07-07-2026,17:30 WIB
Lewat SILANDA, Urus KTP dan Dokumen Kependudukan di Kota Magelang Kini Cukup di Kelurahan
Selasa 07-07-2026,17:00 WIB