MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Pertambahan kasus konfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Wonosobo kembali mencatat angka di atas 50 orang pada Sabtu (10/10). Total akumulasi kasus konfirmasi menjadi 879, dengan rincian 416 dinyatakan sembuh, 429 dalam perawatan, dan 34 orang telah dinyatakan meninggal dunia “Hari ini pertambahan kembali di atas 50 orang, atau tepatnya 55 orang dengan varian gejala mulai ringan, sedang hingga berat sehingga total akumulasi kasus konfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Wonosobo tercatat mencapai 879,\" ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan, DR Jaelan Jaelan saat dihubungi melalui sambungan telepon. Pertambahan tersebut menurut Jaelan juga diiringi dengan catatan jumlah kematian mencapai 6 kasus, alias menjadi yang tertinggi angka kematian harian sejak awal pandemi. Jumlah kasus meninggal dunia dari kasus konfirmasi positif pada Sabtu 10 Oktober tercatat 6 orang sehingga total akumulasinya mencapai 34. Sebagai catatan, selama sepekan ini kasus meninggal dunia bertambah 13 orang. “Pertambahan kasus konfirm positif, secara otomatis berimbas pada kapasitas ruang isolasi pasien milik Pemkab yang kini penuh dan tak mampu menampung lagi kasus baru,” ujarnya. Baca Juga 10 Pedagang Terkonfirmasi Positif, Pasar Kertek Tutup Tiga Hari Hingga saat ini puskesmas rawat inap juga belum siap menerima pasien kategori bergejala ringan hingga sedang, sehingga kemungkinan penambahan gedung akan dilakukan pemerintah daerah. Ia juga menekankan pentingnya warga agar tak lagi menyangkal keberadaan virus corona, tidak menolak isolasi mandiri bagi penderita tanpa gejala, memiliki kesadaran akan Protokol Kesehatan, menaati 3M serta tidak menolak upaya deteksi dini melalui pelacakan dan uji swab, karena akibatnya kedepan akan semakin fatal. “Tidak perlu ada perdebatan lagi, semuanya fokus pada pelaksanaan 3 M,” tandasnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo menambahkan, dengan melihat tingkat hunia ruang isolasi yang semakin padat, pemkab memperbolehkan warga lakukan isolasi mandiri, sepanjang ada rumah terpisah dari anggota keluarga yang sehat. “Isolasi mandiri boleh, asal ada ruang terpisah dari keluarga yang sehat, kemudian mendapat pesetujuan dari warga sekitar, pernyataan kesanggupan untuk disiplin dan ada petugas yg memantau kesehatannya, serta tidak ada gejala sakit yang berpotensi berakibat lebih serius,” terangnya. Bilamana isolasi terpusat milik Pemkab Wonosobo sudah siap maka semua yang positif harus melakukan isolasi terpusat agar penyebaran bisa di cegah lebih baik lagi. (gus) #satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun
Sepekan, 13 Orang Meninggal
Senin 12-10-2020,02:44 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 13-10-2026,17:13 WIB
Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Ormas Islam Jateng-DIY Beri Deadline TWC 2x24 Jam
Selasa 13-10-2026,14:11 WIB
Siap-siap Lur! Magelang Flower Festival 2026 Digelar 8 Hari Nonstop, Ada Pameran Bunga Hingga Ethno Carnival
Selasa 13-10-2026,14:07 WIB
Setor Rp25 Juta Sekarang, Antrean Berangkat Haji di Magelang Capai 26 Tahun
Selasa 13-10-2026,13:35 WIB
Geliat Koperasi Merah Putih di Jateng: 8.523 Terbentuk, Siap Jadi Nadi Baru Ekonomi Desa
Selasa 13-10-2026,08:57 WIB
Atlet Jateng Siap Buru Emas di Pesonas II 2026, Modal Juara Umum Jadi Bekal
Terkini
Selasa 13-10-2026,17:30 WIB
Siswi SMPN 4 Magelang Kanaya Shafa Borong 4 Emas Cabang Selam di Kejurprov Pekalongan 2026
Selasa 13-10-2026,17:13 WIB
Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Ormas Islam Jateng-DIY Beri Deadline TWC 2x24 Jam
Selasa 13-10-2026,16:32 WIB
Perkuat Regenerasi Petani, 6.000 Pemuda Pekalongan Disiapkan Jadi Petani Muda
Selasa 13-10-2026,16:30 WIB
Padukan Edukasi dan Rekreasi, SMPN 13 Magelang Gelar Study Tour Kebudayaan dan IPTEK bagi Siswa Kelas 8
Selasa 13-10-2026,16:20 WIB