Sendratari Kidungkarmawibangga MAGELANGEKSPRES.COM, BOROBUDUR - Masih dalam musim liburan lebaran 1440 Hijriah/ 2019 Masehi, puluhan penari yang tergabung dalam komunitas Brayat Panangkaran Borobudur persembahkan Sendratari Kidungkarmawibangga, pertunjukan yang diadaptasi dari sebuah relief di Candi Borobudur. Kesenian tersebut dipentaskan di Taman Lumbini pelataran Candi Borobudur, Kamis (13/6). Para penari dari Gunungsari, Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang ini menarik para wisatawan Candi Borobudur untuk singgah menonton. Budayawan dan pendiri Komunitas Brayat Panangkaran Borobudur, Sucoro mengatakan, Tari Kidungkarmawibhangga ini terinspirasi dari salah satu panel relief di Candi Borobudur. \"Sendratari Kidungkarmawibhangga ini menceritakan sebab akibat, hukum karma baik maupun perbuatan jahat. Relief Karmawibangga berada paling dasar di lantai Candi Borobudur, kemudian tataran Ruhadatu dan Arupadhatu,\" ucap Sucoro di sela pementasan. Tidak hanya menceritakan perjalanan hidup seorang tokoh, dalam tari Kidung Karmawibhangga juga diceritakan ajaran kebaikan untuk mencapai kesucian hakiki. \"Tokoh Dyah Pujawardhani dalam Kidung Karmawibangga digambarkan sebagai tokoh perempuan yang kuat perjuangannya. Ia lebih mempertahankan diri sebagai hamba yang suci untuk mengabdi kepada Hyang Widi meski bergelimang harta,\" jelas Sucoro. Selain itu, imbuh Sucoro, dalam Kidung Karmawibhangga juga menjadi wahana penguatan dan kebersamaan masyarakat dalam melestarikan Candi Borobudur. Seperti kali ini puluhan penari yang tampil berasal dari Kabupaten Temanggung dan Windusari Kabupaten Magelang. \"Candi Borobudur ini tidak hanya untuk masyarakat Buddha atau golongan tertentu saja. Namun juga merupakan simbol penguatan kebersamaan dan semuanya butuh kerukunan. Daerah lain dapat menampilkan kreasi khas tari daerahnya melalui Borobudur sehingga mampu menjadi daya tarik wisata,\" paparnya. Pentas ditutup dengan penampilan dari kelompok seni Jathilan Turonggobirowo dari Dusun Tlodas Desa Pagergunung Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung mampu menghipnotis para wisatawan Borobudur. Selain irama musik gamelan yang dinamis, dalam pentas tersebut gerak atraksi para penari juga unik dan tentunya meninggalkan kesan dan kenangan mendalam bagi para wisatawan di Candi Borobudur.(cha)
Simbol Penguatan Kebersamaan
Sabtu 15-06-2019,06:10 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 26-08-2026,11:13 WIB
Gelombang Puluhan Ribu Mahasiswa di Magelang, Antara Peluang Ekonomi dan Potensi Kerawanan Keamanan
Rabu 26-08-2026,10:37 WIB
Jelajah Sejarah Potrobangsan, Strategi Komunitas Kota Toea Hidupkan Wisata Magelang
Rabu 26-08-2026,11:37 WIB
Data Bansos Berubah, Petani Bandongan Magelang Keluhkan Pencabutan PBI BPJS Kesehatan
Rabu 26-08-2026,06:50 WIB
Mahasiswa KKN IAI An-Nawawi Bekali Warga Mangunsari Keterampilan Pemulasaraan Jenazah
Rabu 26-08-2026,10:53 WIB
Walikota Magelang: Duta GenRe Harus Jadi Garda Terdepan Cegah Kenakalan Remaja
Terkini
Rabu 26-08-2026,15:51 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Magelang Edukasi Pekerja Informal di Malam Tirakatan Kedungsari
Rabu 26-08-2026,11:37 WIB
Data Bansos Berubah, Petani Bandongan Magelang Keluhkan Pencabutan PBI BPJS Kesehatan
Rabu 26-08-2026,11:13 WIB
Gelombang Puluhan Ribu Mahasiswa di Magelang, Antara Peluang Ekonomi dan Potensi Kerawanan Keamanan
Rabu 26-08-2026,10:53 WIB
Walikota Magelang: Duta GenRe Harus Jadi Garda Terdepan Cegah Kenakalan Remaja
Rabu 26-08-2026,10:37 WIB