MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG - Tingginya potensi bencana tanah longsor membuat Kabupaten Temanggung membutuh banyak alat peringatan dini atau early warning system (EWS) guna mendeteksi potensi bencana tanah longsor. Kabupaten Temanggung yang merupakan daerah di mana sebagian besar wilayahnya adalah pengunungan dan perbukitan. \"Karena letak geografis daerah ini memang amat rawan longsor, apalagi pada saat musim penghujan seperti saat ini,\" kata Plh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung Gito Walngadi, kemarin. Ia menyebutkan, saat ini EWS tanah longsor yang baru dimiliki hanya tiga, dipasang di Kecamatan Gemawang, Pringsurat, dan Kecamatan Bulu. Padahal potensi bencana tanah longsor bisa saja terjadi tidak hanya di tiga kecamatan itu. \"Baru ada tiga daerah yang sudah dipasang EWS, daerah lainnya belum, potensi bencana tanah longsor juga sama besarnya,\" ujarnya. Baca Juga Setahun RSU Syubbanul Wathon, Adakan Pengobatan Gratis Di wilayah Temanggung ada 16 kecamatan rawan tanah longsor. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya memiliki potensi longsor yang sangat tinggi. Sembilan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pringsurat, Tlogomulyo, Selopampang, Kledung, Bansari, Tretep, Wonoboyo, Bulu dan Kecamatan Gemawang. \"Idealnya butuh banyak EWS longsor karena struktur tanahnya memang rawan. Tetapi karena keterbatasan dana, jadi baru ada tiga EWS longsor dipasang di tiga kecamatan,\" ujar Gito. Adapun alat deteksi dini untuk curah hujan yang dimiliki Temanggung berjumlah sembilan. Alat deteksi dini bencana itu dipasang tahun 2018 lalu dan merupakan bentuk kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Hingga saat ini kondisi semua peralatan EWS tersebut masih bagus dan berfungsi baik. \"Semoga tahun ini bisa pengadaan, baru kita wacanakan. EWS ada yang murah dan mahal, berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp50 juta per unit. Biasanya ada anggaran dari provinsi,\" kata Gito. Ia berharap, kedepan EWS bisa dipasang di semua daerah rawan, sehingga ketika bencana tanah longsor terjadi tidak menimbulkan korban jiwa. \"Setidaknya jika sudah terpasang EWS, maka akan mengurangi resiko korban jika terjadi bencana tanah longsor,\" katanya. (Set)
Temanggung Butuh Banyak EWS
Jumat 17-01-2020,02:40 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 12-06-2026,06:00 WIB
APTI Jateng Tolak Aturan Turunan PP Kesehatan, Petani Tembakau Temanggung Khawatir Kehilangan Pasar
Jumat 12-06-2026,17:41 WIB
Commsibition 2026, Ajang Pameran Ide dan Ruang Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untidar
Jumat 12-06-2026,08:00 WIB
Kader NU Temanggung Dibekali Ilmu Pemulasaraan Jenazah, Siapkan Relawan hingga Tingkat Desa
Jumat 12-06-2026,07:30 WIB
Jalan Rusak Jadi Sorotan, Pemkab Purworejo Siapkan Anggaran Infrastruktur hingga Rp100 Miliar
Jumat 12-06-2026,16:02 WIB
Mentan Amran: Kementan Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Dorong Kesejahteraan Rakyat Papua
Terkini
Jumat 12-06-2026,21:04 WIB
Fundamental Kuat, BRI Sambut Positif Dukungan Berbagai Pihak terhadap Pasar Modal
Jumat 12-06-2026,20:45 WIB
Ketua Umum Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Jumat 12-06-2026,17:41 WIB
Commsibition 2026, Ajang Pameran Ide dan Ruang Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untidar
Jumat 12-06-2026,16:02 WIB
Mentan Amran: Kementan Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Dorong Kesejahteraan Rakyat Papua
Jumat 12-06-2026,15:55 WIB