KABUPATEN Temanggung menjadi salah satu daerah penghasil tembakau berkualitas bagus di Indonesia. Tak heran kalau sejumlah perusahaan rokok terbesar di negeri ini pun seolah \\\'berebut\\\' tembakau yang ditanam di daerah bersuhu dingin di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro. Mereka juga membeli tembakau langsung dari petani dan menampungnya di sejumlah gudang yang dibangun di Temanggung. Dari sisi pemasaran tembakau hasil panen, petani merasa diuntungkan karena bisa menjual langsung ke gudang milik sejumlah perusahaan rokok. Transaksi pun bisa dilakukan langsung dan petani pemilik tembakau bisa langsung mendapatkan uang dari hasil penjualan sesuai kesepakatan harga. Petani pun tak terikat lagi dengan para pedagang yang biasa membeli tembakau dengan sistem \\\'tebas\\\' (borongan) ataupun membeli langsung dari rumah-rumah petani. Dipastikan harganya lebih rendah sehingga petani tak mendapatkan keuntungan secara maksimal. Menanam tembakau merupakan profesi sebagian masyarakat Temanggung secara turun-temurun. Sudah sekian tahun lalu, sebagian besar masyarakat yang tinggal di lereng Sindoro dan Sumbing menggantungkan hidup dari tanaman tembakau. Seiring perjalanan waktu tak pernah lepas dari persoalan. Sejumlah petani masih bertahan sebagai petani tembakau, sebagian lagi beralih ke tanaman lain serta ada juga yang langsung beralih ke profesi lain, yang dianggap menguntungkan. Permasalahan yang dihadapi petani tembakau kian hari semakin komplek. Tidak hanya masalah tata niaga saja, melainkan juga didesak kepentingan dari berbagai kampanye anti tembakau yang dilakukan oleh sejumlah kalangan. Seperti kelompok antitembakau, badan-badan dunia, organisasi-organisasi kesehatan sudah semakin menekan sektor pertembakauan. Setiap musim panen raya tembakau tiba, setidaknya omset dari sektor perdagangan tembakau di Temanggung menyumbang sebanyak Rp4 triliun, jumlah ini dua kali lipat dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Temanggung yang hanya berkisar Rp2 triliun saja. Dengan omset perdagangan yang sangat besar ini, seharusnya petani tembakau bisa sejahtera, tapi kenyataanya tidak seperti itu. Mereka belum mendapatkan berkah dari tembakau. Pada musim tembakau tahun ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung hendaknya melakukan langkah-langkah penguatan dan pendampingan kepada masyarakat, terutama petani tembakau untuk kembali kepada tembakau Temanggung asli.Setiap jenis mempunyai keunggulan dan kelemahan. Namun dari berbagai jenis-jenis ini kualitas dari hasil tembakaunya hampir sama. (*)
Tembakau
Rabu 21-08-2019,02:47 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 03-10-2026,22:17 WIB
Gibran Siswa SD Mutual 1 Kota Magelang Juara 1 Mendongeng FLS3N Nasional
Sabtu 03-10-2026,17:47 WIB
PAN Jateng Panaskan Mesin Pemilu 2029, Kebut Pembentukan Struktur Ranting Dapil VIII
Sabtu 03-10-2026,22:56 WIB
Resmikan Masjid SMA N 1 Garung, Bupati Wonosobo Teken Prasasti Sarana Ibadah
Minggu 04-10-2026,13:02 WIB
APAR Saja Tak Cukup, Walikota Magelang Desak Warga Punya Skill Cegah Kebakaran
Minggu 04-10-2026,12:32 WIB
Pecah Kepadatan Alun-alun, Pemkot Magelang Sulap Kawasan Utara Jadi Ruang Publik Baru
Terkini
Minggu 04-10-2026,13:36 WIB
Buka Ruang Diskusi, Aktivis Ini Tak Segan Kritik Langsung Walikota Magelang Soal Ketimpangan Ekonomi
Minggu 04-10-2026,13:02 WIB
APAR Saja Tak Cukup, Walikota Magelang Desak Warga Punya Skill Cegah Kebakaran
Minggu 04-10-2026,12:52 WIB
In This Economy, Sepatu Bekas di Kota Magelang Jadi Alternatif Kebutuhan Masyarakat
Minggu 04-10-2026,12:32 WIB
Pecah Kepadatan Alun-alun, Pemkot Magelang Sulap Kawasan Utara Jadi Ruang Publik Baru
Minggu 04-10-2026,12:18 WIB