MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib netral dalam Pilkada Serentak 2020. Sanksi menanti bagi yang terbukti mendukung pasangan calon. Mulai penurunan jabatan sampai pemecatan. \"Sanksinya sangat tegas. Bisa sampai pemecatan juga. Mulai dari peringatan, diturunkan jabatan dan pangkat. Karena itu, ASN harus netral. Jangan sampai tugas sehari-hari melayani masyarakat, justru sibuk ngurusi Pilkada,\" tegas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo, Senin (31/8). Menurutnya, menjelang Pilkada 2020, netralitas ASN jadi sorotan Bawaslu, Kemendagri, KemenPAN-RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sudah ada perjanjian dari kementerian dan lembaga untuk mengawasi ASN yang tidak netral selama Pilkada Serentak 2020. Tjahjo mengajak pers dan masyarakat untuk ikut mengawasi jika ada ASN yang terlibat, mendukung dan bergerak langsung secara politik di Pilkada. Politisi senior PDIP itu menilai kunci agar terlepas dari persoalan netralitas ASN adalah kinerja panitia pengawas pemilu. Mulai dari kecamatan sampai pusat. \"Institusi harus berperan aktif mengawasi jika ada ASN yang tak netral selama proses pemilihan kepala daerah,\" paparnya. Terpisah, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto menegaskan akan memberi sanksi tegas terhadap pimpinan DPRD, fraksi, maupun kader yang membelot dukungan kepada pasangan lain pada Pilkada Serentak 2020. \"Sudah jelas di dalam bimbingan teknis. Bahwa kader yang sudah diusung di pilkada. Di sana ada pimpinan daerah, pimpinan DPRD, atau fraksi yang berbeda dukungan. Kalau membelot, ya terpaksa dibangkucadangkan dulu,\" jelas Airlangga. Tak hanya itu. Airlangga juga akan mengganti pimpinan DPRD atau pimpinan fraksi yang pasangan calon yang yang bukan diusung Partai Golkar pada Pilkada 2020. \"Ini sikap tegas DPP,\" ucapnya. Meski begitu, Golkar memastikan kadernya solid mendukung pasangan calon yang diusung pada pilkada mendatang. Menurutnya, tolak ukur keberhasilan suatu partai politik adalah kemenangan. Pilkada Serentak 2020, lanjutnya, sangat strategis apabila dihadapkan pada Pemilu 2024. \"Arti kemenangan bagi Partai Golkar sangat penting dan strategis. Target Golkar adalah 60 persen kemenangan di Pilkada 2020,\" terangnya. Selain itu, dia mengingatkan jika selama pandemi COVID-19, pola kampanye pilkada harus dengan cara yang berbeda. Dia meminta kadernya menghindari pertemuan langsung dan berkumpul dengan banyak orang. \"Terutama dalam kampanye. Jadi, tidak ada rapat-rapat massal. Menjangkau pemilih bisa melalui campaign digital atau pemanfaatan media dan IT secara tepat guna,\" terangnya.(rh/fin)
Turun Jabatan sampai Dipecat
Selasa 01-09-2020,03:28 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-04-2026,12:30 WIB
Lesbumi PCNU Purworejo Dorong Living Heritage Menoreh, Stamba Diduga Peninggalan Mataram Kuno Terancam Rusak
Selasa 28-04-2026,12:04 WIB
Gudang Garam Stop Beli Tembakau Temanggung, Ekonomi Petani Terpukul
Selasa 28-04-2026,15:57 WIB
Tepis Isu Batal, Disdikbud Kota Magelang Pastikan O2SN 2026 Digelar Meski Anggaran Dipangkas
Selasa 28-04-2026,10:44 WIB
Bangkit dari Vakum, Magelang Book Party Hidupkan Lagi Geliat Literasi Spesial Kartini
Selasa 28-04-2026,10:55 WIB
Sah! 25 Warga Eks Rusunawa Kota Magelang Terima Sertifikat Rumah Lewat Program Telo Mas
Terkini
Selasa 28-04-2026,18:41 WIB
Kementan Gaspol Regenerasi Petani, Anak Muda Didorong Kuasai Pertanian Modern
Selasa 28-04-2026,18:15 WIB
Dipuji Prabowo, Ahmad Luthfi Optimistis Jateng Capai Target Zero Sampah pada 2028
Selasa 28-04-2026,17:42 WIB
Sapu Bersih 6 Gelar, Drumband MI Arrosyidin Payaman Juara Umum Magelang Junior 2026
Selasa 28-04-2026,17:23 WIB
1.000 Desa Wisata dan 1.000 Konten Kreator Lokal Jawa Tengah Bakal Disuntik APBD Mulai Tahun Depan
Selasa 28-04-2026,15:57 WIB