MAGELANG UTARA – Lomba kreasi daur ulang sampah plastik menjadi kreasi SMP Negeri 13 Magelang dalam memeringati ke-53 tahun Hari Pramuka. Sampah plastik dipilih karena banyak ditemui di lingkungan sekitar. Padahal plastik sangat sulit terurai sehingga berdampak buruk bagi lingkungan. Peserta lomba merupakan siswa kelas 7-9 yang dibagi dalam 24 tim. Tiap tim bebas berkreasi dengan sampah plastik, seperti dibuat bunga, vas bunga, miniatur akuarium, dan lainnya. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rovky Verdiwan mengatakan, lomba kreasi daur ulang sampah ini guna menanamkan dalam pola pikir siswa tentang sampah plastik. Mestinya, Sampah plastik tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, namun bisa dibuat kreasi yang unik bahkan bernilai jual. \"Kita ingin menggugah pola pikir siswa, kalau sampah ternyata bisa bernilai. Semua itu tergantung dari kreasinya, kalau bagus pasti ada unsur nilai jual,\" katanya. Ia menjelaskan jika kreasi ini juga seiring dengan sekolahnya yang menyandang predikat sekolah adiwiyata nasional atau sekolah yang berwawasan lingkungan. Termasuk upaya mengurangi produksi sampah plastik yang dikenal sangat lama dalam proses penguraian. \"Daur ulang sampah ini sebenarnya sudah rutin kami terapkan di sekolah. Termasuk kita siapkan pemilahan sampah di kotak yang tersedia. Begitu pula kita sudah punya tempat pengolahan sampah organik menjadi pupuk,” katanya. Karya siswa ini, katanya, dinilai oleh tim penilai dan ditentukan para juaranya dengan hadiah uang pembinaan. Selain itu, karya kreatif ini juga akan dipajang di sekolah sebagai bukti kalau para pelajar benar-benar menerapkan prinsip sekolah adiwiyata. “Kita pajang di sekolah agar mereka juga bangga dengan karyanya. Selain lomba ini, di Hari Pramuka juga kita adakan bakti sosial bagi-bagi sembako sebanyak 90 paket berisi beras, gula, mi, dan minyak goreng,” jelasnya. Vionna, salah satu peserta lomba dari kelas 8 mengaku antusias mengikuti lomba kreasi daur ulang sampah plastik ini. Ia dan timnya pun membuat bunga berbahan plastik botol air mineral dengan dicat warna-warni. “Ternyata mengolah sampah plastik menjadi bunga ini asyik juga. Jadi kepingin juga untuk membuatnya di rumah. Bagus untuk mengurangi sampah plastik, sekaligus menjaga lingkungan kita menjadi lebih bersih,” ungkapnya. (wid)
Ubah Sampah Jadi Barang Berharga
Kamis 15-08-2019,02:14 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 31-05-2026,14:47 WIB
Ribuan Umat Buddha Ikuti Kirab Waisak 2570 BE dari Mendut ke Borobudur, Bawa Pesan Damai
Minggu 31-05-2026,17:55 WIB
Walikota Magelang Apresiasi Inovasi Inspektorat Cegah Korupsi di Pelayanan Publik
Minggu 31-05-2026,18:40 WIB
Interaksi Sosial di Kota Magelang Dituntut Linear dengan Pertumbuhan Ekonomi UMKM
Minggu 31-05-2026,18:52 WIB
Akui Tak Bisa Jalan Sendiri, Walikota Magelang Minta Warga Lakukan Hal Ini untuk Daerah
Minggu 31-05-2026,14:41 WIB
Lewat Edukasi Digital, Duta Polbangtan Kementan Siap Promosikan Pertanian Modern ke Generasi Muda
Terkini
Minggu 31-05-2026,21:50 WIB
Wapres Gibran di Waisak Borobudur: Toleransi Jadi Modal Kuat Pembangunan Bangsa
Minggu 31-05-2026,21:30 WIB
Hadiri Perayaan Waisak di Magelang, Menag Nassarudin Ingin Kerukunan Jadi Kedaulatan Moral
Minggu 31-05-2026,21:00 WIB
Wapres Gibran Hadiri Waisak di Borobudur, Walubi Sebut Bukti Nyata Rawat Kerukunan
Minggu 31-05-2026,20:48 WIB
Cahaya 2.570 Lampion Terangi Langit Candi Borobudur Magelang Saat Perayaan Puncak Waisak 2026
Minggu 31-05-2026,20:19 WIB