UM Magelang Ajak Perpustakaan Terapkan Teknologi Informasi

Jumat 24-01-2020,02:13 WIB
Editor : ME

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN - Perkembangan teknologi menjelang era revolusi industri keempat, memang mengandung konsekuensi pesatnya informasi berbasis teknologi. Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang yang melihat kesempatan itu, mulai mengembangkan sistem yang canggih dan profesional. Upaya itu salah satunya diterapkan dalam sistem perpustakaan. Perguruan tinggi di Magelang itu menggelar seminar dengan tema ”Strategi Pengembangan Program Literasi Informasi di Perpustakaan Sekolah dalam Mendukung Pembejalaran”, Kamis (23/1). Acara yang diselenggarakan Perpustakaan Pusat UM Magelang bekerja sama dengan program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ini dihadiri oleh guru SD/MI, SMP, SMA, pustakawan dan mahasiswa. Rektor UM Magelang, Dr Suliswiyadi MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa inovasi yang muncul di era digital memaksa guru dan pustakawan untuk sedikit mengubah literasi lama ke literasi baru. Baca Juga Luapan Kali Manggis Diduga Akibat Minimnya Normalisasi ”Perpustakaan tetap disebut sebagai jantungnya pendidikan dan pengajaran meski realitanya berapa orang yang berkunjung ke perpustakaan terus berkurang,” katanya. Turut dihadirkan dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang, Isa Ashari dan Ana Nurhayati, Pustakawan SD Muhammadiyah Sapen Jogjakarta. Isa menjelaskan tentang inovasi layanan perpustakaan dalam mendukung pendidikan generasi milenial. Menurutnya, informasi dapat diartikan sebagai belajar untuk belajar. ”Termasuk critical thingking atau berpikir kritis. Perang perpustakaan di era revolusi industri keempat ini tidak hanya sebagai tempat peminjaman buku saja, tetapi juga bisa menjadi ruang kreatif. Generasi saat ini tidak bisa dihindari sehingga peran pustakawan harus selalu berinovasi menyesuaikan perubahan generasi,” ujarnya. Sementara itu, Ana banyak menjelaskan tentang kolaborasi guru, siswa, dan pustakawan dalam program literasi informasi untuk pendidikan generasi milenial. ”Contoh dasar literasi informasi dapat dilakukan di dalam kelas seperti menyediakan sudut baca di ruang kelas atau dapat juga mengemas kegiatan kakak kelas membacakan buku untuk adik kelas,” jelasnya. (wid)

Tags :
Kategori :

Terkait