MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diberikan kepada sejumlah sektor. Salah satunya, Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM), yang mendapatkan dana PEN terbesar kedua setelah perlindungan sosial. Karenanya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mendorong pemerintah mempercepat realisasi insentif untuk UMKM yang saat ini baru mencapai 25 persen dari alokasi dana PEN. Berbagai paket stimulus yang dikucurkan pemerintah, salah satunya UMKM diharapkan dapat mengenjot pertumbuhan ekonomi. UMKM diketahui diandalkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. \"Presiden selalu ingatkan pada kami untuk terus mendorong (penyaluran PEN) demi kepentingan nasional, kita tidak boleh ragu mengenai hal ini, berbagai paket stimulus telah dikeluarkan untuk UMKM,\" katanya di Jakarta, kemarin (30/8). Kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menyebutkan, realisasi PEN untuk UMKM per Agustus baru terealisasi 45,76 persen dari Rp123,46 triliun yang disiapkan. Dia menyebutkan, realisasi tertinggi berasal dari penempatan dana untuk restrukturisasi yang mencapai Rp54,42 triliun dari Rp78,78 triliun yang disiapkan atau mencapai 69,8 persen. \"(Realisasi) Masih rendah, sampai akhir Agustus ini telah terealisasi 45,76 persen. Perlu penyerapan lebih tinggi lagi,\" ucapnya. Untuk saat ini, kata dia, pihaknya akan fokus pada bagaiman belanja pemerintah dan BUMN dapat diarakan ke produk UMKM. “Di tengah menurunnya daya beli, saya rasa belanja pemerintah dan BUMN ini setidaknya bisa menyerap produk UMKM,” ujarnya. Berdasarkan catatannya, belanja pemerintah pada 2020 sendiri dialokasikan sebesar Rp321 triliun dengan realisasi belanja UMKM yang baru mencapai 18 persen. Terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan, BUMN berkomitmen BUMN dalam penyerapan produk UMKM dilakukan agar program tak hanya berakhir dengan slogan. \"Kami ingin ini sukses dan tak hanya sekadar slogan. Tapi benar-benar berjalan mekanismenya. Oleh karena itu kami siapkan juga ekosistemnya lewat PaDi agar UMKM ini merambah platform e-commerce,” katanya. Sementara Bank Indonesia (BI) mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan digitalisasi, termasuk pada sistem pembayaran. Salah satunya melalui sistem pembayaran UMKM, yakni QR Code Indonesia Indonesian Standard (QRIS). Saat ini sebanyak lebih dari 4,3 juta UMKM di Indonesia telah teregistrasi QRIS. \"Platform digital menjadi sumbangsih, kami kembangkan digital payment dan pada acara ini ada 8.000 pengunjung dengan sebanyak 3.777 UMKM terlibat dan melakukan showcase,\" tukasnya. (din/fin)
UMKM Dapat Dana PEN Terbesar Kedua
Senin 31-08-2020,03:28 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 07-05-2026,16:48 WIB
Gantikan Porsi Almarhum Ayah, Calon Siswa SMP Mutual Jadi Jemaah Haji Termuda Magelang
Kamis 07-05-2026,15:52 WIB
Pemkab Magelang Wajibkan ASN Belanja di Warung Tetangga Lewat Belonjo Warung Tonggo
Kamis 07-05-2026,12:16 WIB
Bersihkan Sungai Pekalongan, Gubernur Jateng Targetkan Bebas Sampah 2028 Lewat "Run for Rivers"
Kamis 07-05-2026,11:39 WIB
Peringkat IKT 2025 Turun ke Posisi 7, Walikota Magelang Klaim DNA Toleransi Warga Masih Kokoh
Kamis 07-05-2026,16:25 WIB
Harga Tiket 8 Klub Elite Voli SBY Cup di Magelang Mulai Rp50 Ribu Per Hari
Terkini
Kamis 07-05-2026,20:05 WIB
Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu Migas, Pertamina Perluas Kolaborasi Global
Kamis 07-05-2026,16:48 WIB
Gantikan Porsi Almarhum Ayah, Calon Siswa SMP Mutual Jadi Jemaah Haji Termuda Magelang
Kamis 07-05-2026,16:32 WIB
Tinjau Rumah Roboh, Walikota Magelang Soroti Nasib Lansia Pekerja Keras
Kamis 07-05-2026,16:25 WIB
Harga Tiket 8 Klub Elite Voli SBY Cup di Magelang Mulai Rp50 Ribu Per Hari
Kamis 07-05-2026,16:17 WIB