MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan, bahwa untuk saat ini penyelenggaraan umrah tidak lagi dikenakan pajak pertambahan nilai atau PPN sebesar 1% dari jumlah tagihan. Ketentuan tersebut setalah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.03/2020 tentang Kriteria dan/atau Rincian Jasa Keagamaan yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai. \"Alhamdulillah kita apresiasi terbitnya PMK ini. Penyelenggaraan umrah kini bebas PPN 1%, kecuali untuk kunjungan selain Makkah dan Madinah,\" kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar di Jakarta, Senin (27/7). Menurut Nizar, terbitnya peraturan baru tersebut berdasarkan usulan dari Kementerian Agama. Ia menyatakan, pihaknya pada 18 Juli 2019, pihaknya bersurat ke Dirjen Pajak tentang Penetapan Penyelenggaraan Umrah sebagai Jasa Perjalanan Ibadah. \"Surat itu menjelaskan bahwa umrah termasuk pada perjalanan ibadah (keagamaan) dan bukan perjalanan wisata. Sehingga, jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah maupun PPIU yang menyelenggarakan mestinya tidak dikenakan pajak,\" jelasnya. Nizar menuturkan, hal itu didasarkan pada Pasal 4A ayat (3) UU 42/2009 tentang Perubahan Ketiga Atas UU No 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Pasal tersebut mengatur pengecualian atas pengenaan PPN, dan salah satunya adalah kelompok jasa di bidang agama. \"Pasal 1 UU 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah juga mendefinisikan umrah sebagai kegiatan ibadah berupa berkunjung ke Baitullah di luar musim haji dengan niat melaksanakan umrah yang dilanjutkan dengan melakukan tawaf, sai, dan tahallul,\" terangnya. Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim menambahkan, Kemenag juga ikut aktif mengawal penyusunan PMK tersebut. Menurut, Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus beberapa kali diundang Ditjen Pajak dalam pembahasan PMK, mulai proses pembahasan awal hingga finalisasi draft. \"Proses ini berjalan secara sinergis dalam rangka pelayanan dan perlindungan agar jemaah dapat tenang melaksanakan ibadah tanpa berpikir pajaknya,\" katanya. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.03/2020 diundangkan pada 23 Juli 2020. PMK ini mulai berlaku setelah 30 hari terhitung sejak tanggal diundangkan. \"Pasal 3 PMK ini mengatur jasa tertentu dalam kelompok jasa keagamaan yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai meliputi jasa pelayanan rumah ibadah, jasa pemberian khotbah atau dakwah, jasa penyelenggaraan kegiatan keagamaan, dan jasa lain di bidang keagamaan\" tuturnya. Jasa lain di bidang keagamaan yang dimaksud, lanjut Arfi, yaitu jasa penyelenggaraan perjalanan ibadah keagamaan oleh pemerintah dan jasa penyelenggaraan perjalanan ibadah keagamaan oleh biro perjalanan wisata. Untuk penyelenggaraan perjalanan ibadah keagamaan oleh pemerintah meliputi: jasa penyelenggaraan ibadah haji reguler, serta jasa penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah, ke Makkah dan Madinah. Sedangkan jasa penyelenggaraan perjalanan ibadah keagamaan oleh biro perjalanan wisata, meliputi: Pertama, jasa penyelenggaraan ibadah Haji Khusus dan/atau penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah ke Kota Makkah dan Kota Madinah. Kedua, jasa penyelenggaraan perjalanan ibadan ke Kota Yerusalem dan/atau Kota Sinai kepada peserta perjalanan yang beragama Kristen Ketiga, jasa penyelenggaran perjalanan ibadah ke Vatikan dan/atau Kota Lourdes kepada peserta perjalanan yang beragama Katolik. Keempat, jasa penyelenggaraan perjalanan ibadah ke Kota Uttar Pradesh dan/atau Kota Haryana kepada peserta perjalanan yang beragama Hindu \"Kemudian jasa penyelenggaraan perjalanan ibadah ke Kota Bodh Gaya dan/atau Kota Bangkok kepada peserta perjalanan yang beragama Buddha. Terakhir, jasa penyelenggaraan perjalanan ibadah ke Kota Qufu kepada peserta perjalanan yang beragama Khonghucu,\" pungkasnya. (der/fin)
Umrah Tidak Lagi Kena PPN
Selasa 28-07-2020,03:06 WIB
Editor : ME
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 28-09-2026,12:26 WIB
Gerakan Blonjo Warung Tonggo Diluncurkan, Transaksi ASN Pemkab Magelang Tembus Rp716 Juta
Senin 28-09-2026,09:34 WIB
Kabar Baik! Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Mandiri di Magelang Dapat Diskon 50 Persen
Senin 28-09-2026,13:00 WIB
SMP Mutual Kota Magelang Jadi Rujukan Program Kelas Internasional Sekolah Asal Jepara
Senin 28-09-2026,12:45 WIB
Hindari Calon Tunggal, Suami Istri di Mejing Rela Jadi Rival di Pilkades Kabupaten Magelang
Senin 28-09-2026,15:42 WIB
Pemkab Temanggung Anggarkan Rp1,5 Miliar untuk Bangun Mako Polsek Tretep 2 Lantai
Terkini
Senin 28-09-2026,18:39 WIB
Kepergok Hendak Mencuri, Dugaan Motif Murid Serang Guru di Kajoran Magelang
Senin 28-09-2026,18:25 WIB
Kekeringan Landa Purwosari, Propam Polda Jateng dan Polres Magelang Kota Salurkan 8.000 Liter Air Bersih
Senin 28-09-2026,16:00 WIB
Bupati Magelang Grengseng Pamuji Sentil ASN yang Belum Move On dari Budaya Lama
Senin 28-09-2026,15:42 WIB
Pemkab Temanggung Anggarkan Rp1,5 Miliar untuk Bangun Mako Polsek Tretep 2 Lantai
Senin 28-09-2026,15:35 WIB