“Sungguh saya adalah manusia seperti kalian, saya juga lupa sebagaimana kalian juga lupa, maka jika saya lupa ingatkalah”. (HR. Bukhori: 401)
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu hadits shahih tentang seorang laki-laki yang merasakan sesuatu di perutnya seolah-olah ia telah berhadats, sehingga ia ragu-ragu apakah telah berhadats ataukah belum, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا , أَوْ يَجِدَ رِيْحًا
(Janganlah ia keluar dari shalatnya sehingga mendengar suara atau mendapatkan baunya).
Bila hal di atas terjadi, maka hendaknya ia membangun keyakinan dari apa yang menjadi ragu atasnya kemudian ia lakukan sujud sahwi atau amalan yang lain yang diajarkan. Sehingga sangat diperlukan pemahaman terkait hukum dari objek lupa yang dialami, apakah rasa ragu terkait dengan syarat, rukun, wajib ataupun hal sunnah lainnnya.
Sehingga dengan mengetahui hukum dan solusi ketika lupa, sholatnya tidak hilang sia-sia di samping selalu dengan peningkatan dan perbaikan kualitas agama dan amal ibadah, karena itu sangat berperan. (sumber bimbinganislam.com)