Apakah Ada Tuntunan Puasa Rajab? Simak Penjelasan Para Ulama!

Selasa 24-01-2023,12:44 WIB
Reporter : Joko Suroso
Editor : Joko Suroso

Barang siapa yang berpuasa delapan hari pada bulan itu, maka akan dibukakan delapan pintu surga baginya. Barang siapa yang berpuasa sepuluh hari dari bulan Rajab, maka tidaklah Allah dimintai apa pun kecuali Allah akan memberinya. Barang siapa berpuasa lima belas hari pada bulan Rajab, maka ada yang memanggil dari langit, ‘Engkau telah diampuni dosamu yang telah lampau.’ Mulailah amal, siapa yang terus menambah, maka akan terus diberi pahala.”  (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 5538 dari jalur ‘Utsman Ibnu Mathor Asy-Syaibani, dari ‘Abdul Ghafur yaitu Ibnu Sa’id, dari ‘Abdul ‘Aziz bin Sa’id dari bapaknya).

Hadits ini dikatakan oleh Syaikh Al-Albani sebagai hadits maudhu’ atau palsu karena adanya ‘Utsman bin Mathar. Ibnu Hibban menyatakan bahwa ia meriwayatkan hadits-hadits palsu. Syaikh Al-Albani memasukkan hadits ini dalam kumpulan hadits lemah, dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 5413, 11: 692.

Kedua adits tersebut hanya sebagian dari hadits-hadits tentang keutamaan bulan Rajab, yang oleh mayoritas ulama dinyatakan tidak sahih atau hadits palsu.

Maka hendaklah kita lebih berhati-hati dalam melaksanakan amal sholeh. Jangan asal melaksanakan hadits-hadits tanpa bekal ilmu yang cukup. Kalau belum mengetahui atau ragu lebih baik bertanya pada ulama, ustaz atau penuntut ilmu yang lebih mengetahui ilmunya. (*)

Kategori :