Fakta Candi Borobudur Dikelilingi Danau Purba yang Kering Sejak Tahun 660 M

Kamis 20-07-2023,19:20 WIB
Editor : Arief Setyoko

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.DISWAY.ID - Pada tahun 1983 seorang peneliti asal India Thanikaimoni, yang menimba ilmu di French Institute, Pondicherry, Prancis, melakukan riset di kawasan Borobudur.

Thanikaimoni dari penelitiannya mengungkap keraguannya bahwa ada danau purba yang mengelilingi Candi Borobudur.

Dalam bukunya Palynological Investigation on the Borobudur Monument, Thanikaimoni ternyata gagal menemukan serbuk sari tanaman air melalui pendekatan palinologi.

Bahkan, dia menyimpulkan tidak ditemukan adanya pollen sebagai indikasi yang adanya tumbuhan-tumbuhan rawa atau tanaman air.

Itu berarti jika danau di sekitar kawasan Candi Borobudur atau yang mengitari teratai raksasa tersebut tidak pernah ada.

Namun, tiga tahun berselang sejak penelitian Thanikaimoni, Ahli Geomorfologi, JJ Nossin dan Caesar Voute kembali memunculkan mengenai adanya danau purba di sekitar Candi Borobudur.

BACA JUGA:Fakta Terbaru! Candi Borobudur Bukan Candi Tapi Teratai Raksasa di Atas Air

Hasil riset JJ Nossin dan Caesar Voute, dengan analisis geomorfologi dan interpretasi foto udara serta observasi lapangan, menyimpulkan bahwa dahulu dataran di sekitar Borobudur memang pernah merupakan lingkungan danau.

Usia danau itu sudah ribuan tahun. Berdasarkan penelitian mereka, danau purba tersebut terbentuk pada 600 ribu tahun silam.

Nossin dan Voute menjelaskan, eksistensi danau terbentuk pada Zaman Kuarter kira-kira 600 ribu tahun yang lalu.

Ahli Geologi asal Indonesia Helmy Murwanto, juga melakukan penelitian lewat pendekatan geologi.

Dari penelitiannya, dia menemukan endapan batu lempung yang berwarna coklat kehitaman yang mengandung serbuk sari tanaman komunitas rawa seperti Nymphaea stellata, Cyperaceae, Eleocharis, Commelina, Hydrocharis, dan lainnya.

BACA JUGA:TERKUAK! Alasan Ada Banyak Hewan yang Tergambar di Relief Candi Borobudur

Penelitian yang dilakukan menggunakan radio karbon C-14 terhadap batu lempung hitam yang mengandung fosil kayu. Dia juga mengambil berbagai sampel dari areal seluas 8 kilometer di sekitar lokasi Candi Borobudur.

Hasilnya dia yakin bahwa unsur di dalam lempung itu mengandung serbuk sari tanaman air.

Kategori :