Kemudian longsor juga ditemukan di Kampung Prajuritan di Kelurahan Wonosobo Timur, tepat berada di belakang Kantor Samsat dan Pendopo Wakil Bupati.
Bahkan hujan deras selama 2 jam itu mengakibatkan senderan pondasi dengan ketinggian 15 meter dan lebar 20 meter itu longsor hingga sempat menutup akses jalan desa.
"Longsor di Kalikajar, Wonosobo Timur, terus ada lagi longsor di lapangan sepak bola di Desa Mirombo Rojoimo. Semuanya sampai menutup akses jalanan sekitar," terang Dudy Wardoyo.
BACA JUGA:Longsor di Desa Binangun Selomerto, Arus Lalin Wonosobo-Banjarnegara Sempat Lumpuh Total
Masih di waktu berbarengan, tanah longsor juga memendam 2 rumah huni di Dusun Tembelang Kelurahan Rojoimo, Dusun Sarijoyo Desa Sariyoso, Dusun Ngaglik Desa Pancurwening, dan Dusun Bugangan Kelurahan Kalianget Kabupaten Wonosobo.
"Dalam seminggu kemarin, kejadian terbanyak di Hari Jumat (8/12)," sebutnya.
Melihat rentetan kejadian bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kabupaten Wonosobo, pihak BPBD melakukan rapat koordinasi pada Sabtu (9/12) kemarin bersama sejumlah pihak demi percepatan penanganan bencana.
"Kita sudah dirikan posko sementara di Pager Kukuh untuk mengantisipasi bencana susulan serta sebagai upaya pelayanan logistik masyarakat terdampak," pungkas Dudy Wardoyo.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang merilis informasi terkait prakiraan cuaca di wilayah Kabupaten Wonosobo selama beberapa waktu ke depan.
Menurut BMKG, hujan dengan intensitas sedang dengan disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Wonosobo antara pukul 13.00 - 16.00 WIB.
Selanjutnya pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turut memberikan atensi akan terjadinya bencana di Wonosobo selama sepekan kemarin.
BACA JUGA:Dua Desa di Getasan Kabupaten Semarang Diterjang Banjir Bandang dari Lereng Merbabu
Dalam laporan tertulis, BNPB mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk melakukan upaya mitigasi yang meliputi pemantauan kondisi sungai, pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air.
Tak hanya itu, mereka meminta supaya petugas di Wonosobo dapat melakukan monitoring kondisi lereng, tebing, tanggul, jalan dan jembatan, hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan secara berkala.
"Bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai agar melakukan evakuasi mandiri sementara jika terjadi hujan menerus dengan intensitas tinggi selama lebih dari satu jam," imbau Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dikutip dari laporan tertulis, Sabtu (9/12).
"Masyarakat juga diharapkan agar selalu memperhatikan kondisi debit sungai dan menghindari lereng maupun tebing curam yang minim vegetasi," tandasnya. (mg7)