MAGELANGEKSPRES -- Tahun Baru Imlek merupakan perayaan hari besar yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Tionghoa.
Tahun Baru China atau Imlek adalah sebuah momentum bagi masyarakat Tionghoa dalam mengungkapkan rasa syukur serta harapan baru pada tahun yang akan datang.
Seperti hari raya pada umumnya, masyarajat Tionghoa menyambutnya dengan penuh suka cita.
Mereka merayakan Imlek dengan mengunjungi rumah ibadah dan berkumpul bersama sanak saudara.
BACA JUGA:Inilah Alasan Mengapa Kue Keranjang Harus Ada Saat Imlek, Simak Selengkapnya
Perayaan Imlek juga sering diwarnain dengan pertunjukan barongsai dan kesenian khas Tionghoa lainnya.
Pada tahun 2024 ini, Tahun Baru Imlek 2575 Kongzii akan jatuh pada hari Sabtu tanggal 10 Februari 2024.
Pada tahun baru ke 2575 ini merupakan tahun China bershio Naga Kayu.
Naga Kayu diartikan sebagai tahun yang dianggap sebagai tahun yang membawa peluang baik dan kemajuan.
Imlek identik dengan warna merah. Selain itu, ada pula kekhasan dari Tahun Baru Imlek yang mengundang perhatian masyarakat, yaitu hujan.
BACA JUGA:Ini Dia 3 Rekomendasi Wisata Magelang Yang Patut Dikunjungi Saat Libur Tahun Baru Imlek 2024!
Perayaan Imlek memang kerap kali dikaitkan oleh masyarakat Indonesia dengan turunnya hujan.
Menurut berbagai sumber, hujan di saat perayaan Imlek sering disebut pertanda akan datang banyak rejeki yang berlimpah.
Di samping itu, faktanya di beberapa tahun terakhir saat hari Imlek memang selalu turun hujan.
Lantas, mengapa perayaan Imlek di Indonesia identik dengan turunnya hujan?
Alasan Hujan Turun Saat Imlek Menurut BMKG
Perayaan Imlek memang selalu diwarnai dengan turun hujan.
Menurut masyarakat, hujan yang turun menjadi pertanda baik dan juga keberuntungan.
Di saat itu, memang waktu di mana bertepatan dengan puncak musim hujan dan curah hujan yang tinggi.
BACA JUGA:Serba - Serbi Shio Naga Kayu Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili Tahun Kebangkitan dan Kemakmuran
Makna Hujan Turun Saat Imlek
Bagi sebagian orang, turunnya hujan saat Imlek adalah pertanda baik bahwa kabar gembira, berkah, dan rezeki akan segera datang.
Menurut Ahli Feng Shui, hujan adalah simbol dari Dewi Kwan Im yang sedang menyiram bunga Mei Hwa, yang artinya berkah turun dari langit.
Bunga Mei Hwa adalah bunga yang diyakini oleh orang Tionghoa ditanam oleh Dewi Kwan Im menjelang Imlek.
Masyarakat Tionghoa yang dulunya berprofesi sebagai petani selalu menantikan hujan sebagai tanda keberkahan.
Ada serangkaian ritual yang dilakukan untuk menentukan apakah akan turun hujan saat Imlek atau tidak.
BACA JUGA:Tahun Naga Kayu dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2024, Punya Makna Filosofis yang Mendalam Loh!
Salah satunya adalah dengan mengonsumsi onde-onde.
Jika mereka memakan onde-onde dan tidak turun hujan, maka mereka percaya bahwa saat Imlek tidak akan ada hujan.
Perhitungan Penetapan Hari Perayaan Imlek
Hari Raya Imlek sehausnya disebut Imyanglek atau tahun bulan dan matahari.
Penggabungan dilakukan karena bulan dan matahari sama-sama punya arti penting bagi masyarakat Tionghoa.
Perayaan Imlek jatuh pada akhir Januari atau awal Februari karena perhitungan hari dalam Imlek merupakan gabungan antara fase bulan mengelilingi bumi dan bumi mengelilingi matahari atau lunisolar.
Tahun Baru Imlek ditetapkan berdasarkan kalender Tionghoa yang menggabungkan sistem penanggalan matahari dan bulan.
Dua sistem ini digabungkan dengan cara menggunakan sistem penanggalan matahari untuk menentukan panjang tahun dalam kalender Tionghoa, tetapi penghitungan bulan menggunakan sistem penanggalan bulan.
BACA JUGA:Imlek Selalu Dikaitkan dengan Warna Merah, Apa Alasannya? Yuk Cek!
Hal ini karena perubahan penampakan bulan mudah diamati dan menjadi penanda pasang surut air laut.
Sementara matahari menunjukkan pergantian musim dan memberikan petunjuk waktu pertama. (*)