BACA JUGA:Alumni ISI Yogjakarta Pamerkan Gatra Akyati di Liman Jawi Art House Borobudur Magelang
Setelah libur panjang tersebut, kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada 9 April 2025.
Di Kabupaten Magelang, SD dan SMP baik negeri maupun swasta di bawah naungan Disdikbud terdapat 596 sekolah.
Sementara 137 sekolah menengah pertama yang tersebar di 21 kecamatan.
BACA JUGA:Asah Kemampuan Melalui Kompetisi Pramuka Pesta Siaga di Srumbung Magelang
Husein mengimbau saat bulan Ramadan semua siswa baik tingkat SD dan SMP, negeri maupun swasta di Kabupaten Magelang, melalui program belajar mandiri dan tidur cepat.
"Program tersebut untuk mengoptimalkan pembelajaran bersama keluarga selama Ramadan 1446 H, dengan aspek capaian kurikulum maupun peningkatan spiritualitas peserta didik selama bulan Ramadan setelah buka puasa, dilanjutkan salat tarawih bersama keluarga," kata Husein.
Selain capaian kurikulum, juga bertujuan menjaga kesehatan fisik, mental dan spiritual.
BACA JUGA:Polemik PSN Borobudur Magelang Masih Berlanjut, Para Korban Gelar Panggung Rasan-rasan
Untuk itu, program belajar mandiri keluarga, kegiatan lingkungan sekolah, serta lingkungan masyarakat, sangat penting untuk membentuk karakter anak selama Ramadan.
"Selama kegiatan belajar mandiri, para siswa dilengkapi buku saku untuk mencatat selama mengikuti kegiatan," ujarnya.
Program tidur cepat, lanjut Husein, setelah anak-anak buka puasa dilanjutkan dengan salat tarawih bersama keluarga, dan jika mungkin dilakukan tadarus (mengaji), setelah itu tidur cepat, supaya saat sahur bisa bangun lebih awal dan dilanjutkan salat subuh.
"Maka tidak ada lagi istilah perang sarung usai sahur dan salat subuh," tegasnya.