"Sebelumnya, tiga dapur di Wonogiri Manyaran, Baturetno, dan Purwantoro sudah lebih dulu disuplai dengan total konsumsi 4.800 meter kubik (CNG) per bulan," sebutnya.
BACA JUGA:Bupati Temanggung Larang Keras Pungli di SD dan SMP, Minta Warga Lapor Langsung lewat Medsos
Mulai Juli nanti, kata Dwi, pasokan akan ditambah ke 18 dapur MBG. Selain program pemerintah, CNG juga sudah menjangkau sektor swasta seperti perhotelan dan restoran sebesar 7.000 meter kubik.
"Targetnya, bisa suplai sampai 22 ribu meter kubik antara 22 ton gas," terangnya.
Yang paling membedakan, kata Dwi, elpiji masih 85 persen impor, sementara CNG berasal dari reservoir gas Jateng seperti di Grobogan dan Blora.
"Ini bagian dari swasembada energi. Bukan hanya hemat, tapi juga bersih dan berpihak pada lingkungan," ucapnya.