BOROBUDUR, MAGELANGEKSPRES.ID - Perekonomian di kawasan Borobudur mengalami penurunan hingga 30 persen akibat pembatasan jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) di Balkondes Danurejo, Borobudur, akhir pekan lalu.
“Dulu jumlah pengunjung dibatasi hanya 1.200 orang. Sekarang sudah di atas 2.000, dan semoga ke depan bisa dibuka sampai 10.000,” ujar Grengseng.
BACA JUGA:Spot Foto Sunrise Candi Borobudur Dibuka Lagi, Biaya Tiket Rp1 Juta
Grengseng menyampaikan, Kabupaten Magelang saat ini memiliki 46 desa wisata aktif dari 372 desa.
Sementara desa rintisan wisata juga terus berkembang.
Menurutnya, keberadaan desa wisata sangat penting untuk memperkuat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
BACA JUGA:Hari Anak Nasional di Kabupaten Magelang Digelar Tepat di Depan Candi Borobudur
BACA JUGA:Dosen Untidar Kenalkan Inovasi Pangan Lokal untuk Cegah Stunting di Magelang
“Kami sangat berharap dukungan Komisi V DPR RI, terutama untuk meningkatkan pariwisata desa di Borobudur,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti menyatakan pihaknya siap menampung dan mengkaji setiap usulan dari Kabupaten Magelang untuk ditindaklanjuti.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk melihat langsung dan memberikan dukungan agar Kabupaten Magelang bisa berkembang, tidak hanya di sektor desa wisata tetapi juga di bidang ekonomi dan lainnya,” ungkap Novita.
BACA JUGA:Terinspirasi Candi Borobudur, Seniman Indonesia dan Belanda Pamerkan Karya Kolaboratif
BACA JUGA:229 Lansia di Kabupaten Magelang Diwisuda, Bukti Semangat Belajar Tak Kenal Usia
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardiyanto menambahkan, kunjungan ke warga jadi bagian untuk 'belanja masalah'.