Menurutnya, dugaan keracunan di daerah itu kemungkinan bukan karena makanan tercemar, melainkan karena anak-anak belum terbiasa dengan menu baru MBG.
BACA JUGA:PKK Kota Magelang Buktikan Peran Nyata, Raih Penghargaan Nasional Mandaya Awards 2025
Luthfi juga meminta agar ada sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyaraka.
Pasalnya, peran aktif kelompok masyarakat seperti PKK menjadi elemen penting dalam memastikan keberlanjutan program MBG di lapangan.
"Contohnya di Solo, ibu-ibu PKK ikut terlibat langsung dalam kegiatan pengawasan makanan. Mereka membantu mencicipi, mengecek, dan memberi masukan. Kehadiran mereka membuat suasana lebih kondusif dan penuh kepedulian karena yang dijaga ini adalah anak-anak kita sendiri,” katanya.