BACA JUGA:Wagub Jateng Taj Yasin Ajak Pesantren Kembangkan Lahan untuk Swasembada Pangan
“Kita akan bahas dry port di Batang untuk memperkuat konektivitas logistik. Selain itu, ada rencana kerja sama beasiswa dan pertukaran mahasiswa. Dubes juga dijadwalkan mengunjungi beberapa kampus, termasuk Universitas Diponegoro,” kata Luthfi.
Ia menambahkan, kerja sama riset pengelolaan sampah plastik akan dikembangkan melalui tim khusus dari Kedubes Inggris yang akan turun ke lapangan di Semarang.
Selain isu lingkungan, Luthfi juga menawarkan potensi investasi tambak nila salin di kawasan pesisir seluas 72 hektare.
BACA JUGA:Ribuan Santri Hadiri Jateng Bersholawat di Kudus, Hujan Tak Surutkan Semangat
Potensi pariwisata dan budaya juga disampaikan, termasuk 1.000 desa wisata dan destinasi unggulan seperti Karimunjawa dan Borobudur.
“Banyak yang bisa dieksplor, nanti akan kita dalami bersama tim Dubes Inggris,” ujar Luthfi.
Berdasarkan data investasi, Inggris menempati posisi ke-20 negara asal penanaman modal di Jawa Tengah dengan nilai Rp486,05 triliun.
Investasi Inggris mencakup industri kulit dan alas kaki, makanan, perdagangan, jasa hotel, dan restoran.