MAGELANGEKSPRES.ID - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Center for Sustainable and Intelligent Circular Economy (CSICE) menggelar Seminar on SDGs bertema Circular Economy and Resource Efficiency di Aula Rektorat Kampus 2, Jumat (5/12).
Agenda ini menghadirkan mahasiswa Teknik Industri dan menjadi wahana untuk memperkuat pemahaman ekonomi sirkular di lingkungan akademik.
Kegiatan dibuka Prof Ir Yun Arifatul Fatimah MT PhD, Ketua CSICE UNIMMA.
BACA JUGA:Atlet Tapak Suci UNIMMA Lolos Kualifikasi, Perkuat Kontingen di Porprov Jateng 2026
Dia menyatakan, gagasan tentang paradigma baru dalam pengelolaan sumber daya.
Ekonomi sirkular ialah cara memandang masa depan dengan lebih cerdas dan berkeadilan.
"Kita membicarakan peradaban, bagaimana menghormati sumber daya, memulihkan nilai, dan menciptakan sistem yang menjaga kelayakan bumi. Waste is not the end, it's a beginning, ketika dipilah dengan benar, dikelola dengan ilmu, dan digerakkan dengan kolaborasi," ujar Prof Yun.
BACA JUGA:Kualifikasi Pendidikan Dosen UNIMMA Kian Mentereng, Retna Tri Astuti Raih Gelar Doktor Baru
Prof Yun menambahkan, seminar menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi untuk mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pencapaian SDGs.
Dengan begitu, gagasan keberlanjutan bergerak dari ruang kuliah menuju ruang aksi.
"Seminar internasional ini membuka jalan untuk memperluas budaya keberlanjutan di lingkungan UNIMMA. Sekaligus komitmen CSICE dalam memperdalam riset dan menggerakkan aksi konkret agar transformasi menuju ekonomi sirkular menjadi praktik kolektif berjangka panjang," jelasnya.
BACA JUGA:MTCC UNIMMA Dorong Regenerasi Petani Lewat Sekolah Tani Mandiri di Temanggung
Seminar menghadirkan pembicara internasional, Prof Sadhan Kumar Ghosh, President ISWMAW Kolkata, India.
Ia memaparkan strategi global, praktik lapangan, dan model transformasi pengelolaan sumber daya yang relevan bagi Indonesia.
"Perubahan besar selalu dimulai dari jejaring pengetahuan yang kuat dan keberanian menata ulang cara memproduksi, mengonsumsi, serta mengelola sisa," kata Prof Ghosh.