Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar menambahkan, PPDS dan PPDSS saat ini dapat ditempuh melalui jalur universitas atau perguruan tinggi (University Based) dan jalur rumah sakit (Hospital Based).
Langkah itu dilakukan agar produksi dokter spesialis dapat tumbuh cepat.
"Mari saling bersinergi antara rumah sakit dan perguruan tinggi, untuk memproduksi Dokter Spesialis dan Sub Spesialis, agar akses terhadap layanan kesehatan semakin mudah bagi masyarakat Jawa Tengah," katanya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Mendiktisaintek sekaligus Ketua Tim Kajian Kebijakan Pendidikan Tinggi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan, Tri Hanggono Achmad mengatakan, pembukaan program studi baru tersebut bukan sekadar penambahan kuota akademik, melainkan misi kemanusiaan.
Pemerintah telah menargetkan percepatan produksi dokter spesialis dan subspesialis untuk menutupi rasio dokter yang belum ideal, terutama di luar pulau Jawa dan daerah 4T.
"Kolaborasi antar universitas di Jateng dan DIY ini, adalah bukti nyata sinergi akademisi dalam menjamin kesehatan bangsa. Selain di UNS, kegiatan peluncuran program studi dokter spesialis dan sub spesialis juga dilakukan di beberapa daerah hari ini," katanya.