MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID - Gebrakan baru, Pemkab Magelang resmi membangun sentra sapi perah terpadu demi mendongkrak kesejahteraan peternak lokal.
Pemkab Magelang memperkuat sektor peternakan dengan menggandeng PT MyTernak Jaya Indonesia untuk membangun sentra sapi perah terpadu. Kerja sama ini mencakup pengadaan ternak, produksi susu, hingga pengembangan ekosistem berkelanjutan di wilayah dataran tinggi.
"Kolaborasi ini harus diwujudkan dalam langkah konkret yang berdampak langsung bagi peternak lokal, bukan sekadar urusan administratif," kata Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, kemarin.
BACA JUGA:Dispeterikan Kabupaten Magelang Mulai Terapkan NKV di Usaha Peternakan
Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan adalah tulang punggung ekonomi yang harus dioptimalkan berdasarkan keunggulan wilayah.
Apalagi kondisi geografis Magelang di atas 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dinilai sangat ideal bagi sapi perah.
Pemkab Magelang pun menyiapkan konsep klasterisasi di antaranya dataran tinggi untuk sapi perah, dataran menengah untuk unggas, dan dataran rendah bagi perikanan air tawar.
Secara teknis, satu ekor sapi diproyeksikan mampu menghasilkan 20-25 liter susu per hari selama 10 bulan per tahun.
BACA JUGA:Kualitas MBG di Magelang Dikeluhkan, Anggaran Dipangkas, Menu Jadi Ala Kadarnya
BACA JUGA:Viral! SPPG Giyanti Temanggung Diinvestigasi, Diduga Beri Makanan Tak Layak ke Siswa MBG
Potensi ini menjanjikan peningkatan pendapatan peternak serta mendukung kebutuhan susu nasional, termasuk peluang integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, Grengseng memilih fokus pada penguatan fondasi investasi jangka panjang.
"Soal MBG atau skema pemasaran lain, kita lihat perkembangan ke depan. Targetnya adalah pemasaran dalam skala luas," imbuhnya.
BACA JUGA:Viral Pegawai SPPG Pakis Magelang Bukber Mewah Di Tengah Sorotan Publik Soal Menu MBG
BACA JUGA:Dinas Pendidikan Minta Guru di Kota Magelang Bijak Sikapi Wacana PPPK Karyawan MBG