Kehadiran program kolaboratif tersebut diharapkan mampu memangkas beban finansial para pekerja harian yang rindu kampung halaman.
BACA JUGA:Sambut 17,7 Juta Pemudik, Posko Terpadu Lebaran 2026 Jawa Tengah Resmi Beroperasi 24 Jam Nonstop
Pemprov, kata Luthfi, sengaja turun tangan secara langsung demi memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal bagi warganya.
"Semua tumplek blek, kita openi untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan, ini sebagai bentuk kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat," tegas Luthfi.
Kepulangan para perantau ini diyakini akan membawa dampak positif bagi perekonomian akar rumput di daerah. Sebab, kepulangan mereka niscaya memicu perputaran uang dan barang secara signifikan di kampung halaman masing-masing.
BACA JUGA:Rob Demak Rendam Rumah Warga, Wagub Jateng Taj Yasin Datang Bawa Bantuan
Meski antusiasme pulang kampung sangat tinggi, imbauan tegas tetap diberikan kepada para pemudik saat arus balik nanti. Warga diminta tidak sembarangan membawa sanak saudara ke ibu kota jika belum memiliki bekal keterampilan dan kepastian kerja.
"Kami tidak ingin membebani Jakarta dan sekitarnya dengan mereka yang tidak siap kerja. Jawa Tengah sudah menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi dan sebagainya, kita kerja di Jawa Tengah saja,” imbaunya.
Selain memfasilitasi arus keberangkatan, persiapan armada angkut untuk fase balik juga telah dimatangkan oleh otoritas terkait.
BACA JUGA:Internet Gratis di 382 Titik Jateng Sambut Mudik Lebaran 2026
Titik kumpul pendaftaran aplikasi daring untuk arus balik nantinya akan dipusatkan di beberapa lokasi strategis, salah satunya Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Manfaat ekonomi dari fasilitas ini langsung dirasakan oleh warga, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan finansial. Penghematan biaya transportasi antarprovinsi yang biasanya melonjak tajam menjelang lebaran sangat disyukuri oleh para peserta.
"Untuk mudik ke Soloraya ongkos lebaran bisa sampai Rp 650 ribu per orang. Alhamdulillah program ini sangat membantu," ujar Sugiyanto, seorang pemudik penyandang disabilitas tujuan Klego, Boyolali.