Walikota Magelang: Karakter Siswa Lebih Penting Ketimbang Nilai Akademik

Sabtu 04-04-2026,15:45 WIB
Reporter : Denisa Putri
Editor : Arief Setyoko

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Walikota Magelang Damar Prasetyono menegaskan bahwa peran guru bentuk karakter generasi penerus merupakan fondasi utama pendidikan yang melampaui sekadar transfer ilmu pengetahuan.

Hal ini ditegaskan di hadapan ribuan tenaga pendidik pada acara Sarasehan dan Halal Bihalal di GOR Samapta Sanden, belum lama ini.

Keberhasilan sebuah sistem pendidikan, katanya, tidak lagi diukur semata dari tingginya angka prestasi akademik yang diraih para siswa.

BACA JUGA:Cegah Bencana Terulang, Ahmad Luthfi Minta Penanganan Banjir Demak Tuntas dari Hulu ke Hilir

Sebab, parameter kesuksesan tersebut justru dititikberatkan pada lahirnya generasi muda yang memiliki empati sosial, berakhlak mulia, dan tangguh menghadapi dinamika zaman.

“Di tangan bapak/ibu (guru) sekalian, masa depan Kota Magelang sedang dibentuk. Anak-anak tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, serta peduli,” kata Damar.

Pembangunan karakter peserta didik dipandang sebagai investasi strategis daerah yang membutuhkan intervensi holistik dari seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA:Bukti Kota Magelang Jadi Daerah Paling Toleran Tingkat Nasional, Walikota Hadiri Kirab Salib

Oleh karena itu, beban berat untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas ini tidak dapat dipikul secara sepihak oleh institusi sekolah saja.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, sekolah tidak bisa berdiri sendiri, dan para guru tidak bisa berjuang sendiri,” tegas Damar.

Sinergi lintas sektoral wajib diorkestrasi secara berkesinambungan antara pemerintah selaku pembuat kebijakan, guru sebagai ujung tombak, serta orang tua sebagai pendamping utama.

BACA JUGA:Atria Hotel Magelang Jadi Pilihan Keluarga saat Libur Paskah 2026

Ekosistem kolaboratif inilah, lanjut dia, yang pada akhirnya akan membentuk lingkungan sosial paling ideal bagi tumbuh kembang kepribadian anak.

Guna merealisasikan ekosistem pendidikan yang solid, silaturahmi antarpemangku kepentingan mutlak diperkuat lewat ruang-ruang diskusi berkelanjutan.

Pertemuan ribuan guru dari tingkat PAUD hingga SMP sederajat ini diharap mampu menghancurkan ego sektoral dan memicu lahirnya inovasi pembelajaran.

Kategori :