Bukan Sekadar Membaca Tipitaka, 2.045 Umat Jalani Atthasila di Borobudur

Sabtu 25-07-2026,15:31 WIB
Reporter : Heni Agusningtyas
Editor : Arief Setyoko

BOROBUDUR, MAGELANGEKSPRES.ID - Membaca Kitab Suci Tipitaka bukan satu-satunya kegiatan yang dijalani 2.045 umat Buddha di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Selama tiga hari, mereka juga menjalankan praktik Uposatha dengan Atthasila atau delapan sila. Salah satu latihannya ialah membatasi waktu makan pada pagi dan siang hari, kemudian berpuasa hingga keesokan harinya.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2570 Buddhist Era/2026 yang berlangsung 24–26 Juli 2026.

BACA JUGA:Sensus Ekonomi Kota Magelang Dekati 70 Persen, Masuk Lima Besar Jateng

Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara, yakni Thailand, Vietnam, dan Australia.

Ketua Panitia Umum ITC dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 Bhikkhu Gutadhammo Mahathera mengatakan, pelaksanaan tahun ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun Sangha Theravada Indonesia atau Tahun Kancana.

“Tahun ini ITC dan Asalha Mahapuja bertepatan dengan 50 tahun Sangha Theravada Indonesia atau Tahun Kancana. Karena itu, pelaksanaannya menjadi sangat istimewa sebagai penanda perjalanan setengah abad Sangha Theravada Indonesia,” ujarnya usai pembukaan, Jumat (24/7/2026).

BACA JUGA:PSMTI Kota Magelang Sediakan 2.000 Paket Sembako Rp100 Ribu, Ditebus Cuma Rp50 Ribu

Antusiasme umat sebenarnya melampaui jumlah peserta yang hadir. Namun, panitia harus membatasi pendaftaran karena kapasitas tenda di lokasi kegiatan.

“Kami hanya dapat menerima 2.045 peserta karena keterbatasan kapasitas tenda. Sebenarnya masih banyak umat yang ingin mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, peserta membaca sejumlah sutta yang bersumber dari Kitab Suci Tipitaka bersama para bhikkhu, samanera, atthasilani, dan peserta Indonesia Tipitaka Chanting.

Pembacaan tersebut dilengkapi penjelasan singkat mengenai isi sutta dari Majjhima Nikaya. Dengan begitu, peserta diharapkan memahami ajaran yang dibacakan, bukan sekadar melafalkannya.

“Kami berharap umat tidak hanya membaca dengan penuh kebahagiaan, tetapi juga memahami isi ajaran Dhamma yang terkandung di dalamnya,” tutur Bhikkhu Gutadhammo.

BACA JUGA:Dosen Untidar Latih Karang Taruna Pagersari Olah Minyak Jelantah Menjadi Sabun

Praktik Atthasila kemudian menjadi bagian dari latihan spiritual peserta selama kegiatan berlangsung.

Kategori :