Ribuan Jamaah Umroh Telantar, Garuda Siap Jemput

Ribuan Jamaah Umroh Telantar, Garuda Siap Jemput

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA - Ribuan jamaah umrah telantar di bandara, menyusul penangguhan sementara ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi terkait mewabahnya virus corona. Sejumlah penerbangan dari berbagai negara tak diperkenankan masuk termasuk Indonesia. Kepala Seksi Indentifikasi dan Penanganan Masalah Umrah Kementerian Agama Ali Machzumi mengatakan sedikitnya 2.733 calon jamaah umrah gagal berangkat ke Arab Saudi. Hal ini merupakan dampak dari kebijakan Pemerintah Arab yang menangguhkan ibadah umrah bagi warga negara asing terkait perkembangan virus corona. \"Total ada 2.733 calon jamaah yang tidak bisa berangkat pada hari ini, ini untuk di Cengkareng saja yah,\" katanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2). Menurutnya, untuk seluruh Indonesia diperkirakan mencapai empat ribuan jemaah dari sejumlah bandara di daerah Jakarta, Makassar, Surabaya, Bandung, Palembang dan Yogyakarta. Sementara yang telah terbang pada pagi hari ini sekitar 1.165 jamaah. Namun, dirinya belum bisa memastikan apakah para jamaah itu berhasil mendarat atau tidak. \"Yang dari Cengkareng saja ini, tapi dia belum jelas karena tapi kemungkinan akan kembali lagi karena ada yang transit di Dubai, Malaysia macam-macam tadi,\" katanya. Terkait jamaah yang diduga tertahan di sejumlah bandara di Arab Saudi, maskapai plat merah Garuda Indonesia siap mengangkutnya kembali ke Tanah Air. \"Garuda tetap berkomitmen bawa pulang, jadi kita akan pergi kosong dan bawa pulang,\" kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Langkah tersebut diambil Garuda karena mendapatkan kabar bahwa jamaah umroh yang diangkut oleh maskapai tersebut sempat ditolak oleh pihak bandara di Arab Saudi. \"Beberapa sudah berangkat, GA 860 tetap berangkat dengan isi. Tapi saya barusan maaf mendapatkan info, ditolak berangkat. Jadi sudah antre di-check in counter tapi dinyatakan enggak boleh berangkat,\" katanya. Irfan mengaku pengumuman yang ditetapkan Arab Saudi membingungkan karena tanpa jeda dan langsung berlaku efektif. Sementara Garuda Indonesia memiliki empat penerbangan ke Tanah Suci, dua ke Jeddah dan dua ke Madinah menggunakan pesawat berbadan besar berkapasitas lebih dari 300 penumpang. \"Ini perlu disikapi bersama, tolong Anda rasakan kegetiran orang yang mau berangkat tapi gagal. Getir. Buat yang sering umroh ya sudah pergi saja ke Belanda. Tapi buat mereka yang baru umroh, sudah di bandara, ini pukulan berat,\" katanya. Dengan adanya pelarangan ini, Irfan memastikan maskapai mengalami kerugian, namun belum dihitung. \"Implikasinya belum kita hitung lagi. Tapi buat kita jangan bahas untung-untungan dulu deh, ini sudah pasti timbulkan kerugian tapi kita bukan perusahaan yang ngomel soal kerugian. Ini tantangan direksi dan komisaris perbaiki dalam keadaan apapun,\" katanya. Garuda juga masih berkoordinasi terkait calon jamaah umroh yang sudah memiliki visa apakah masih diperbolehkan terbang. \"Kami masih komunikasi dan pertanyakan bagaimana mereka yang punya visa umroh dan jadwal berangkat. Kita lagi pikirkan caranya untuk semua pihak,\" katanya. Sementara itu, kalangan pengusaha travel mengaku kecewa atas kebijakan Pemerintah Arab Saudi tersebut. \"Tentu kami kecewa sebab sudah ada agenda keberangkatan umrah pada 20 Maret 2020 sebanyak 42 jemaah,\" kata Chosnan Fauzi, pemilik bisnis travel umrah Musafir Lintas Sahara di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Kabar terkait kebijakan penghentian sementara perjalanan menuju Tanah Suci diperoleh Chosnan dari pesan yang mengatasnamakan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi. Dalam informasinya disebutkan kegiatan umrah, ziarah, kunjungan dan wisata menuju negara Kerajaan Arab Saudi dihentikan sementara untuk mencegah penyebaran virus corona. \"Kabarnya dimulai tanggal 27 Februari 2020 sampai waktu yang belum ditentukan,\" katanya. Sejak informasi itu beredar, sejumlah pemesan tiket perjalanan mulai resah.\"Banyak yang telepon ke saya menanyakan kebenaran dari kabar itu. Sampai kewalahan juga jawabnya,\" katanya. Keputusan Pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan sementara pelayanan ibadah umroh dapat dimaklumi Pemerintah Indonesia. Penghentian pelayanan terkait upaya Pemerintah Arab mencegah penyebaran COVID-19 atau virus corona baru. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghargai keputusan pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan. Menurutnya hal tersebut sebagai upaya Pemerintah Arab melindungi kesehatan warganya dari ancaman wabah virus Corona baru yang makin meluas dengan jumlah korban jiwa yang terus meningkat. \"Kita menghargai, kita menghormati, karena apa pun yang namanya kesehatan itu dinomorsatukan oleh pemerintah Arab Saudi,\" kata Presiden Jokowi, Kamis (27/2). Diakui Jokowi, dirinya menerima informasi penangguhan tersebut pada Rabu (26/2). Presiden menjelaskan penangguhan layanan umroh itu tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga berlaku untuk semua negara. \"Mereka ingin memproteksi, melindungi warga negaranya dari virus Corona. Kita sangat menghargai itu,\" ujar Jokowi. Sementara Wakil Presiden Ma\\\'ruf Amin berharap jamaah asal Indonesia tidak ikut terkena kebijakan tersebut. Sebab Indonesia merupakan negara yang terbebas dari corona \"Kalau alasannya itu (karena) virus Corona, kan kita tidak tercemar; mestinya tidak terkena embargo lah. Karena Indonesia kan tidak terpapar virus, jadi jamaah kita mestinya aman,\" katanya. Ma\\\'ruf Amin berharap Pemerintah Arab Saudi membatalkan penangguhan layanan umrah bagi jamaah asal Indonesia, khususnya yang sudah memiliki visa umrah dan yang tertahan di bandara-bandara negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC). \"Kita harapkan nanti Pemerintah Saudi memberikan atau membuka kembali kepada jamaah Indonesia untuk melakukan umrah. Duta Besar kita di Saudi sedang berusaha itu, ya kita tunggu saja,\" tambahnya. Ma\\\'ruf Amin meminta kepada jamaah umrah yang tertahan untuk masuk ke Arab Saudi untuk terus berkoordinasi dengan petugas dari KBRI setempat. \"Sedang diusahakan supaya yang menunggu dan yang sudah ada tetap (bisa umroh), dan yang belum juga (semoga) tidak di-stop,\" katanya. Senada diungkapkan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Dia berharap Pemerintah arab Saudi mempertimbangkan kembali penghentian sementara ibadah umroh untuk jamaah Indonesia. Harapan tersebut disampaikan Bamsoet ke Liga Muslim Dunia dan Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia. \"Tadi kami sampaikan agar beliau nanti sepulang dari Indonesia, bisa bertemu pemerintah Arab Saudi untuk menyampaikan permintaan kami untuk mempertimbangkan kembali kebijakan menghentikan sementara menerima jemaah umrah dari Indonesia,\" kata Bamsoet saat menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah Al Alam Al Islam) Muhammad bin Abdulkarim Al Issa, di Gedung Nusantara IV. Dikatakannya, Sekjen Liga Muslim Dunia berjanji akan menyampaikan permintaan itu kepada pemerintah Arab Saudi. Terlebih, kata Bamsoet, Indonesia berbeda dengan negara lain seperti Malaysia, Thailand, Singapura, India, Pakistan, dan lainnya yang terkena penghentian sementara umrah lantaran di negaranya sudah ditemukan banyak warga yang terkena virus corona. \"Mudah-mudahan ini menjadi pertimbangan untuk tidak menghentikan sementara jamaah umrah dari Indonesia,\" ujar Bamsoet. Ia menambahkan bahwa sampai dengan saat ini, Indonesia belum terbukti terkena dampak wabah virus corona. \"Terkecuali negara-negara yang masuk list yang diumumkan oleh pemerintah Arab Saudi, Indonesia belum ada yang terkena wabah virus Corona tersebut,\" katanya. Di sisi lain, Komisi IX DPR akan memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia mengenai kebijakan tersebut. Wakil Ketua Komisi IX DPR Ansory Siregar mengatakan akan meminta klarifikasi kepada Dubes Arab Saudi untuk Indonesia. \"Untuk klarifikasi akan kita panggil dubesnya, paling tidak (mengenai) kenapa mereka melakukan itu, kalau aman secara kesehatan kenapa harus disetop?\" katanya. Dia mengemukakan Pemerintah Arab Saudi seyogyanya tidak merespons secara berlebihan ancaman corona dengan menghentikan sementara pelayanan umrah bagi jamaah dari luar wilayahnya. \"Karena sama dengan penyakit meningitis juga, kalau umpama sudah aman, tidak apa-apa umrah. Hanya memang corona ini belum ada vaksinnya,\" katanya. Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan Pemerintah Arab Saudi mestinya tetap mengizinkan orang yang sudah dinyatakan sehat untuk menunaikan ibadah umrah. \"Kalau umrah itu ibadah. Karena ibadah menurut saya itu harus dipilah-pilah juga oleh Pemerintah Saudi,\" katanya. \"Kalau memang ternyata orang tersebut mau berangkat umrah dan dinyatakan sehat setelah 14 hari, dievaluasi kesehatannya sebelum berangkat saya kira tidak ada masalah,\" tambahnya. Dia berharap Pemerintah Arab Saudi, bisa tetap melayani warga negara lain yang hendak menunaikan ibadah umrah dengan meningkatkan upaya kewaspadaan serta pemeriksaan kesehatan jamaah. \"Kalau dia takut dan khawatir virus menyebar di sana ya silakan observasi dulu 14 hari. Jamaah daftar untuk berangkat umrah dan selama 14 hari dievaluasi kesehatannya,\" katanya Saleh memaklumi kekhawatiran Arab Saudi terhadap ancaman corona. Namun, ia mengatakan, mestinya tidak perlu ada ketakutan kalau jamaah yang masuk sudah dipastikan sehat. \"Kalau jamaahnya sehat-sehat tidak usah takut. Sementara yang mau berangkat juga tidak takut,\" kata dia.(gw/fin)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: