20 Ribu Kartu Tani Mati Rata-rata Dalam Sebulan

20 Ribu Kartu Tani Mati  Rata-rata Dalam Sebulan

MAGELANGEKSPRES.COM,SUMPIUH-Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpiuh mencatat rata-rata dalam satu bulan menyetorkan sekitar 20 kartu tani mati ke lembaga keuangan mitra pemerintah. Guna diaktifkan kembali agar dapat digunakan untuk transaksi pupuk bersubsidi. "Rekening kartu tani mati karena tidak pernah digunakan. Ada juga karena salah pin dan rusak," rinci Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Sumpiuh Estia Febriati, Jumat (5/6). Di wilayah Kecamatan Sumpiuh, total yang telah memiliki kartu tani sebanyak 4.001 petani. Sementara itu, terdapat 417 petani yang masih menunggu pencetakan kartu tani. Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Sumpiuh Suwinarto menambahkan dibutuhkan kerja sama antara pemilik Kios Pupuk Lengkap (KPL), kelompok tani dan pemerintah desa untuk menyisir petani yang memiliki kartu tani mati. Sebab, sesuai dengan instruksi dinas, kartu tani mati harus segera diaktifkan. "Target seratus persen petani transaksi menggunakan kartu tani. Kuota pupuk subsidi dikurangi ketika banyak kartu tani tidak dipakai," terang Suwinarto di kantornya. Petani saat ini sudah tidak dapat berdalih repot dalam menggunakan kartu tani. Sebab, tidak perlu harus menabung dulu ke lembaga keuangan. Petani cukup membawa sejumlah uang dan kartu tani ke KPL. Sementara itu, salah satu petani, Kasiyem, membeberkan beberapa hari lalu telah menyerahkan kartu tani miliknya yang mati. Sebab, sejak memperoleh kartu tani sama sekali belum pernah digunakan untuk transaksi. "Oleh pemilik KPL, saat akan membeli pupuk ditanya kartu tani. Kembali ke rumah mengambil kartu tani. Pemilik KPL yang mengurus kartu tani mati untuk diaktifkan," kata Kasiyem. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: