281.312 Rumah Warga Miskin Dibangun di Jawa Tengah, Backlog Turun ke 1,05 Juta Unit
Warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, berdiri di depan rumahnya yang telah diperbaiki dari dinding kayu menjadi tembok bata melalui program RTLH Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Mei 2026.-IST-MAGELANG EKSPRES
SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membangun 281.312 unit rumah bagi warga miskin sejak 2025 hingga triwulan I 2026.
Capaian itu menekan angka backlog perumahan di Jawa Tengah dari 1,33 juta unit pada akhir 2025 menjadi sekitar 1,05 juta unit di awal 2026.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan menjelaskan, sepanjang 2025 terbangun 274.514 unit, kemudian bertambah 6.798 unit pada triwulan I 2026.
BACA JUGA:Banjir Bandang Terjang Grabag Magelang, 11 Rumah Rusak dan 5 Motor Hanyut
Pembangunan bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD kabupaten/kota, CSR perusahaan, Baznas, dan sumber lainnya.
"Pada akhir 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 1,33 juta unit. Berkat sinergi ini, angka tersebut berhasil ditekan hingga menjadi 1,05 juta unit pada awal 2026," kata Boedyo di Semarang, Rabu (6/5/2026).
Boedyo menjelaskan, penanganan backlog mencakup dua aspek, antara lain penyediaan hunian baru bagi warga yang belum memiliki rumah, dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
BACA JUGA:Sah! 25 Warga Eks Rusunawa Kota Magelang Terima Sertifikat Rumah Lewat Program Telo Mas
Penentuan penerima bantuan, kata dia, mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diverifikasi melalui pengecekan lapangan, termasuk status lahan dan kondisi fisik bangunan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah menargetkan backlog dapat diatasi dalam empat tahun ke depan melalui sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, dengan dukungan CSR, Baznas, pelaku usaha, dan masyarakat.
Program ini juga merupakan bagian dari kontribusi Jawa Tengah terhadap target nasional pembangunan tiga juta rumah.
BACA JUGA:Penyaluran Kredit Perumahan di Jateng Capai Rp2,3 Triliun, Gubernur Ahmad Luthfi Tuai Apresiasi
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, program RTLH bukan sekadar urusan bangunan fisik, melainkan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat paling rentan.
"Kami ingin setiap keluarga di Jawa Tengah memiliki tempat tinggal yang layak sebagai fondasi untuk hidup lebih sejahtera dan produktif," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres