Ekonomi Jateng Melesat Lampaui Nasional, 92 Ribu Lapangan Kerja Baru Terbuka Lebar

Ekonomi Jateng Melesat Lampaui Nasional, 92 Ribu Lapangan Kerja Baru Terbuka Lebar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor usai ekonomi Jateng melesat di angka 5,89 persen pada triwulan I 2026.-IST-MAGELANG EKSPRES

SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.IDAwal tahun 2026 membawa angin segar bagi perekonomian Jawa Tengah. Tak sekadar tumbuh, ekonomi di provinsi ini sukses melesat di angka 5,89 persen secara tahunan. Jumlah ini melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di level 5,61 persen.

Lompatan angka tersebut rupanya bukan sekadar deretan statistik di atas kertas. Ini ditengarai, derasnya aliran investasi yang masuk ke Jawa Tengah, sehingga memberikan dampak nyata dengan terciptanya lebih dari 92 ribu lapangan kerja baru bagi masyarakat luas.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, capaian gemilang ini adalah buah manis dari kolaborasi lintas sektor yang mengakar kuat.

“Alhamdulillah, pertumbuhan ini menunjukkan arah yang semakin baik. Ini bukan kerja satu pihak, tapi hasil gotong royong dan kolaborasi semua elemen,” katanya, Selasa 5 Mei 2026.

BACA JUGA:3.000 ASN Brebes Terancam Sanksi Berat Gegara Presensi Fiktif

Rekam jejak menggembirakan ini tercatat jelas dalam rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada triwulan pertama tahun 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah menyentuh angka Rp511,99 triliun atas dasar harga berlaku.

Sementara itu, Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said memaparkan bahwa denyut utama ekonomi masih dikendalikan oleh sektor industri pengolahan.

Sedangkan, sektor padat karya ini kokoh menyumbang 32,69 persen terhadap total PDRB provinsi.

BACA JUGA:50 Biksu Jalan Kaki Menuju Borobudur untuk Peringati Waisak 2026

Menariknya, dorongan ekonomi tidak hanya berpusat pada kepulan asap pabrik.

Musim panen raya sukses mendongkrak sektor pertanian hingga meroket tajam 21,53 persen secara kuartalan.

Dari sisi daya beli, konsumsi rumah tangga terbukti tetap tangguh dan mendominasi lebih dari 60 persen struktur pengeluaran.

Hal ini diperkuat dengan belanja pemerintah yang tumbuh 19,36 persen sebagai stimulus jitu penggerak roda ekonomi di awal tahun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait