Belanja Tepat Sasaran Jaga Kinerja APBD Jateng di Tengah Tekanan Global
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendorong kursi roda putranya saat mengikuti Rupiah Borobudur Playon di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7).-IST -MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah pada Semester I 2026 mendapat apresiasi dari Kementerian Keuangan.
Di tengah tekanan ekonomi global dan keterbatasan fiskal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai mampu menjaga kesehatan anggaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
BACA JUGA:TP PKK Temanggung Buka Drop Box Perlengkapan Sekolah, Ajak Warga Bantu Anak Kurang Mampu
Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan kunci menjaga kinerja fiskal daerah adalah memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, belanja daerah diprioritaskan untuk program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
"APBD harus kita gunakan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan," kata Luthfi saat ditemui di sela kegiatan Rupiah Borobudur Playon di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7).
BACA JUGA:Tanamkan Integritas Anak, Inspektorat Kota Magelang Gelar Lomba Lukis Berhadiah Jutaan
Menurut Luthfi, anggaran daerah difokuskan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan sektor-sektor produktif.
Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Perekonomian Jawa Tengah masih tumbuh 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional.
BACA JUGA:Warga Kampung Jambon Magelang Sulap Sungai Jadi Kolam Ikan, Panen Dibagikan Gratis
Sementara itu, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp110,02 triliun. Memasuki triwulan I 2026, nilai investasi kembali mencapai Rp23 triliun.
Dampak dari capaian tersebut, lanjutnya, terlihat pada penurunan angka kemiskinan dari 9,58 persen menjadi 9,38 persen.
Selain itu, investasi yang didominasi sektor padat karya mampu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja pada triwulan I 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres