Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama, Potensi Ekonomi Capai Rp20,2 Triliun
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berjabat tangan dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud usai penandatanganan kerja sama lintas sektor di Odah Etam, Samarinda, Kamis (6/8).-IST -MAGELANG EKSPRES
SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur menyepakati kerja sama lintas sektor yang diproyeksikan memiliki potensi ekonomi mencapai Rp20,2 triliun.
Kesepakatan tersebut diharapkan memperkuat perdagangan antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan fiskal dan ketidakpastian ekonomi global.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan naskah kesepakatan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud di Odah Etam, Kompleks Kantor Jabatan Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kamis (6/8).
BACA JUGA:Jateng Siapkan Dana Cadangan Rp1,2 Triliun untuk Biayai Pilgub 2029
Penandatanganan juga dilakukan oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, asosiasi, serta bupati dan wali kota dari kedua provinsi.
Potensi ekonomi senilai Rp20,2 triliun tersebut merupakan akumulasi berbagai peluang kerja sama di sejumlah sektor. Nilai tersebut tidak seluruhnya berupa transaksi tunai maupun investasi baru yang terealisasi dalam satu waktu.
Di sektor pangan, Jawa Tengah berpotensi memasok berbagai komoditas ke Kalimantan Timur, antara lain telur sekitar 778 ton, daging ayam 873 ton, bawang merah 321,6 ton, serta beras sebanyak 6.119 ton. Nilai potensi transaksi sektor ini diperkirakan mencapai Rp237,75 miliar.
BACA JUGA:73 Santri dan Pengasuh Pesantren Raih Beasiswa Pemprov Jateng, 15 Kuliah ke Luar Negeri
Selain itu, kerja sama di bidang peternakan dan kesehatan hewan diproyeksikan bernilai sekitar Rp2,1 triliun per tahun.
Pada sektor perindustrian dan perdagangan, peluang kerja sama diperkirakan mencapai Rp36 miliar per tahun. Sementara di sektor kelautan dan perikanan, nilai kerja sama diperkirakan sekitar Rp2,238 miliar per tahun untuk memperkuat perdagangan dan rantai pasok.
Kerja sama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif juga diproyeksikan menghasilkan transaksi langsung sekitar Rp21 miliar per tahun, dengan multiplier effect sektor pariwisata mencapai sekitar Rp36 miliar per tahun.
BACA JUGA:Luthfi Minta Peserta PKN Tingkat II Bawa Terobosan untuk Ubah Birokrasi di Daerah
Salah satu potensi terbesar berasal dari sinergi bisnis antara Bank Jateng dan Bank Kaltimtara yang diperkirakan mencapai Rp15 triliun per tahun. Selain itu, Jamkrida Jateng dan Jamkrida Kaltim juga menjalin kerja sama melalui skema co-guarantee untuk mendukung proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Nilai proyek yang diproyeksikan dapat didukung mencapai sekitar Rp1,34 triliun dengan estimasi imbal jasa penjaminan sekitar Rp3,452 miliar per tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres