Perubahan APBD Jateng 2026, Ahmad Luthfi Fokuskan pada Infrastruktur dan Lumbung Pangan

Perubahan APBD Jateng 2026, Ahmad Luthfi Fokuskan pada Infrastruktur dan Lumbung Pangan

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menghadiri paripurna Raperda Perubahan APBD Jateng 2026 di Gedung Berlian DPRD Jateng, Semarang, Selasa (29/9/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES

SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Jateng 2026 difokuskan untuk menggenjot pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah ini diambil agar alokasi anggaran daerah dapat disalurkan secara efektif dan efisien guna menyikapi dinamika yang terjadi di tingkat daerah, nasional, maupun global.

"Raperda ini dirancang agar anggaran dapat mendongkrak pembangunan serta kesejahteraan masyarakat secara langsung," kata Luthfi di sela-sela rapat paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Semarang, Selasa (29/9/2026).

BACA JUGA:Gibran dan Ahmad Luthfi Jenguk Ratusan Korban Keracunan MBG di Batang

Luthfi menjelaskan, Raperda tersebut merupakan tindak lanjut atas Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun 2026.

Dokumen anggaran itu sebelumnya telah dibahas dan disepakati bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jateng pada Senin (28/9/2026).

Penyusunan postur perubahan anggaran ini, lanjut Luthfi, didasarkan pada sejumlah capaian positif makro ekonomi pembangunan Jateng selama semester I tahun 2026.

BACA JUGA:Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Penggagas Sekolah Kemitraan, Program Buka 5.004 Kursi Pendidikan di Jateng

Capaian tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,80 persen dan nilai investasi yang mencapai Rp 59,94 triliun dengan penyerapan sekitar 213.000 tenaga kerja.

Selain itu, angka kemiskinan di Jateng dilaporkan turun menjadi 9,21 persen, dengan tingkat pengangguran terbuka di angka 4,30 persen dan laju inflasi Agustus yang terkendali pada level 3,08 persen.

Berbekal tren positif tersebut, arah pembangunan Jateng di sisa tahun 2026 akan dikonsentrasikan untuk meneguhkan posisi provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional.

BACA JUGA:Lintasan Baru 5,3 Km KEK Batang Diuji Ratusan Pereli, Jateng Bidik Sport Tourism

"Oleh karena itu, dalam perubahan APBD didorong untuk mendukung sarana produksi pertanian, peternakan, perikanan, stabilisasi pangan, serta perlindungan dan permodalan bagi petani, nelayan, maupun pelaku usaha," paparnya.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga memastikan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait